Kerusakan Jalan Sadu, Pemerintah Gagal Jalankan Mandat 

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Nahar

Tanjabtim, Jambi – Kerusakan ruas jalan di kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) tepatnya jalan sungai lokan – sungai jambat saat ini bukan hanya memprihatinkan, tetapi mencerminkan kegagalan sistemik pemerintah dalam menjalankan mandat pelayanan publik.

Jalan di sungai lokan – sungai jambat tergolong dalam kondisi rusak berat. kondisi ini justru ditemukan di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan di mana suara rakyat hanya terdengar sayup-sayup

Warga kecamatan Sadu, saparuddin mengungkapkan bahwab Jalan sungai lokan – sungai jambat adalah akses utama warga yang kondisinya sudah rusak parah. Masyarakat terus disuguhi lubang, kubangan, yang memperpanjang waktu tempuh dan membahayakan keselamatan.

Bayangkan, anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan dengan kondisi jalan berbahaya, petani yang gagal mengangkut hasil panen karena jalan tak bisa dilalui, atau pasien yang kehilangan nyawa karena ambulans terhambat oleh kerusakan jalan.

“Sudah saatnya pemerintah berhenti menunda-nunda untuk membangun jalan ini,” Ungkapnya kamis (11/9/2025)

Ketika pemerintah membiarkan rakyatnya melintasi jalan rusak setiap hari, itu bukan hanya menunjukkan buruknya tata kelola, tetapi juga merampas hak dasar warga untuk hidup aman dan layak.  Pemerintah daerah terlebih pemerintah Pusat wajib memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa seluruh warga dari Ibukota Kabupaten hingga desa terpencil, dapat menikmati jalan yang layak.

Dengan segala data dan fakta yang ada, satu hal seakan memperjelas, bahwa jalan rusak bukan hanya lubang di tambal, tapi juga lubang besar dalam tanggung jawab dan nurani pemerintah. Jika lubang ini tak segera ditambal dengan kepedulian, integritas, dan komitmen nyata, maka daerah ini akan terus berjalan dalam ketimpangan, tertatih-tatih di jalan yang seharusnya mengantarkannya menuju kemajuan.

Pos terkait