Klinik Rutan Kelas IIA Pekalongan Tangani Cepat WBP yang Alami Luka Robek di Wajah Akibat Terpeleset

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Klinik Pratama Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menunjukkan kesigapannya dalam memberikan pelayanan kesehatan darurat. Pada Kamis (17/7/2025), seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengalami luka robek di bagian wajah setelah terpeleset di kamar mandi blok hunian.

Kejadian tersebut langsung direspons cepat oleh petugas jaga dan tim medis Rutan. Petugas kesehatan segera memberikan pertolongan pertama kepada WBP yang mengalami luka dengan kondisi perdarahan aktif, situasi yang membutuhkan penanganan cepat guna mencegah infeksi dan komplikasi lebih lanjut.

Menurut Yuli Triono, perawat Klinik Pratama Rutan Pekalongan, tim medis langsung menerapkan prosedur penanganan kegawatdaruratan dengan pendekatan ABCDE (Airway, Breathing, Circulation, Disability, dan Exposure) untuk memastikan tidak ada kondisi yang mengancam nyawa.

“Kami pastikan tindakan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menghentikan perdarahan, membersihkan luka, hingga tindakan observasi lanjutan. Pemeriksaan fisik juga dilakukan dari kepala hingga kaki untuk mengantisipasi adanya cedera lain yang tidak terlihat,” jelas Yuli.

Luka yang dialami WBP diketahui cukup dalam namun dapat ditangani secara lokal tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan eksternal. Prosedur pembersihan luka dan penutupan jaringan dilakukan di Klinik Rutan dengan standar medis yang berlaku.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan kesehatan optimal kepada seluruh WBP, sesuai dengan standar pelayanan dan prinsip hak asasi manusia.

“Setiap insiden atau kejadian darurat kami tangani secara profesional dan cepat. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memastikan WBP tetap mendapatkan hak atas layanan kesehatan, termasuk dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Nanang.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh petugas Rutan telah mendapatkan pelatihan dasar penanganan darurat medis, sehingga mampu memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis mengambil alih.

Setelah mendapat penanganan intensif, kondisi WBP yang mengalami insiden kini dinyatakan stabil dan masih dalam pemantauan oleh tim medis Rutan. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi atau komplikasi lanjutan.

Rutan Pekalongan memastikan bahwa peristiwa ini juga menjadi evaluasi internal untuk meningkatkan aspek keselamatan di area kamar mandi serta fasilitas lainnya yang berpotensi menimbulkan risiko cedera.**

Pos terkait