Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
AUSTRALIA — Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara menunjukkan profesionalisme dan kemampuan tempurnya dalam latihan militer gabungan berskala besar Talisman Sabre 2025, yang digelar di wilayah New South Wales dan Queensland, Australia.
Kopasgat bergabung bersama satuan elite TNI lainnya, yakni Kopassus dari TNI AD dan Denjaka dari TNI AL, dalam latihan yang melibatkan lebih dari 35.000 personel militer dari 19 negara. Latihan multinasional ini dirancang untuk menguji kesiapsiagaan tempur dan interoperabilitas pasukan dalam skenario operasi gabungan.
Salah satu sesi penting yang diikuti oleh Kopasgat adalah Joint Terminal Attack Controller (JTAC) yang berlangsung di Evans Head Air Weapons Range, New South Wales. Dalam sesi ini, personel Detasemen Matra (Denmatra) Kopasgat berkolaborasi dengan unsur udara Australian Defence Force (ADF), melatih kemampuan mengarahkan serangan udara secara presisi dari darat, sebuah kemampuan krusial dalam peperangan lintas domain modern.
Kehadiran Kopasgat tidak hanya mencerminkan kesiapan operasional TNI AU dalam menghadapi tantangan pertahanan terkini, tetapi juga memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitra. Kolaborasi antara ketiga matra TNI dalam latihan ini turut menunjukkan soliditas dan kekuatan sinergis TNI dalam menghadapi potensi konflik berskala global.
Mengusung semangat TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis), keterlibatan Kopasgat dalam Talisman Sabre 2025 menjadi bukti nyata peran aktif TNI AU sebagai kekuatan udara yang tak hanya siap menghadapi ancaman nasional, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis komunitas internasional dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.**








