Kotoran Ternak Berserakan di Jalan Raya, Warga Napalakura Kritik Kinerja BPD dan Pemdes

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi. 

MUNA, SULTRA – Warga Desa Napalakura, Kecamatan Napalakura, Kabupaten Muna, mengeluhkan buruknya kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Napalakura. Keluhan ini muncul setelah kotoran ternak dibiarkan berserakan di sepanjang jalan raya desa, menimbulkan keresahan di kalangan warga.

Sejumlah warga yang ditemui menilai keberadaan BPD dan pemerintah desa saat ini tidak memberikan solusi bagi permasalahan desa, bahkan dianggap sama saja seperti warga biasa yang tidak memiliki kewenangan.

“Kami mengira dengan adanya BPD dan pemerintah desa bisa membawa perubahan dan menjadi solusi. Namun kenyataannya, mereka sewenang-wenang dan tidak menjalankan tugas serta fungsinya dengan baik,” ujar seorang warga Napalakura yang enggan disebutkan namanya, Senin (28/4).

Warga juga menyatakan bahwa mereka merasa kecewa terhadap kinerja BPD Napalakura, yang dinilai tidak mampu mengatasi masalah sederhana seperti penanganan hewan ternak liar.

“Hanya soal hewan ternak saja BPD tidak mampu bertindak. Kebun dan halaman warga banyak yang rusak, belum lagi kotoran hewan yang berserakan di jalan raya membuat kami resah. Ini memperlihatkan bahwa BPD Napalakura tidak bekerja sesuai ketentuan Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa,” lanjutnya.

Warga mendesak agar Inspektorat dan Ombudsman segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja BPD Napalakura, bahkan berharap ada pemberhentian terhadap anggota yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Kami menolak dipimpin oleh orang yang tidak memahami tugasnya, hanya menerima gaji tanpa kerja nyata alias ‘makan gaji buta’. Kami juga tidak ingin dipimpin oleh orang yang tidak beretika dalam berbicara, bertindak sewenang-wenang, serta tidak transparan dalam mengelola keuangan desa,” tegas seorang warga lainnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Napalakura, Sunarti, SP, hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil. Nomor telepon selular dan WhatsApp yang bersangkutan tidak aktif dan tidak dapat dihubungi.

Sementara itu, Ketua BPD Napalakura juga belum dapat dimintai keterangan. Saat hendak dikonfirmasi beberapa hari lalu, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

“Tadi saya lihat dia keluar naik mobil, saya tidak tahu ke mana,” ujar seorang warga yang ditemui di desa tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari BPD maupun Pemerintah Desa Napalakura terkait keluhan warga tersebut.**

Pos terkait