Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
KENDARI, SULTRA – Majelis Adat Indonesia (MAI) menjalin kerja sama strategis dengan organisasi kepemudaan asal Sulawesi Tenggara, Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA Sultra), dalam rangka menjalankan dan mengembangkan Media Center MAI di wilayah Mandala Adat Sulawesi, khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat peran kelembagaan Majelis Adat Indonesia dalam melakukan sosialisasi, edukasi, serta publikasi berbagai program kerja adat dan budaya kepada masyarakat luas. Media Center MAI diharapkan menjadi wadah komunikasi yang efektif antara MAI dengan para tokoh adat, tokoh budaya, pemuda, serta masyarakat adat di wilayah Sulawesi.
Sekretaris Jenderal Majelis Adat Indonesia, PYM. M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, menjelaskan bahwa kehadiran Media Center MAI memiliki peran strategis dalam memperkuat eksistensi dan pergerakan MAI di daerah.
“Media Center MAI berfungsi untuk mensosialisasikan kelembagaan Majelis Adat Indonesia sekaligus merangkul para tokoh adat dan budaya agar dapat berjalan bersama dalam menjalankan program-program kerja MAI,” ujar PYM. M. Rafik Datuk Rajo Kuaso dalam wawancara.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Media Center MAI juga akan berperan aktif dalam mengangkat berbagai isu masyarakat adat, termasuk upaya pelestarian nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat, khususnya di wilayah regional Sulawesi.
Melalui Media Center ini, MAI bersama AMBA Sultra akan membangun kolaborasi dengan lembaga-lembaga adat, baik di tingkat regional Sulawesi maupun nasional, dari Sabang hingga Merauke. Selain itu, Media Center MAI juga diharapkan mampu mengambil peran dalam mempromosikan adat dan budaya Nusantara ke kancah internasional melalui publikasi dan jejaring global.
Tak hanya itu, Media Center MAI juga diproyeksikan menjadi bagian penting dalam membantu persiapan pembentukan struktur Majelis Adat Indonesia di sejumlah wilayah Mandala Adat Sulawesi, dengan fokus utama pada penguatan dan pembentukan MAI di wilayah adat Sulawesi Tenggara.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara lembaga adat dan generasi muda, sehingga nilai-nilai adat dan budaya bangsa dapat terus terjaga, berkembang, dan dikenal luas,” pungkas Sekjen MAI.**








