Menjelang Natal, Ronald Konjol Minta Aparat Bertindak: “Hentikan Semua Aktivitas Judi di Sorsel!”

Laporan wartawan sorotnews.co.id Asep Suebu. 

SORSEL, PBD — Dugaan praktik perjudian rolex di Pasar Gantung Ampera serta sambung ayam tepat di belakang Bank Papua, Pasar Kajase, kembali mencoreng wajah Sorong Selatan. Aktivitas ini disebut berlangsung terang-terangan, seolah-olah hukum tidak lagi berwibawa di wilayah tersebut.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, menyampaikan kecaman keras dan menuntut aparat Kepolisian bertindak tanpa kompromi. Ia menilai keberadaan aktivitas perjudian di ruang publik sudah berada pada titik yang tidak dapat ditoleransi.

“Perjudian rolex dan judi ayam harus dihentikan total! Jangan biarkan Sorsel jadi lahan bebas untuk praktik ilegal. Polres Sorong Selatan wajib bertindak tegas, apalagi ini menjelang Natal. Tidak boleh ada toleransi!” tegas Ronald Konjol, Kamis (11/12/2025).

Ronald menuding bahwa keberadaan judi di area pasar bukan hanya mencoreng moral masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa ada celah kelemahan dalam pengawasan. Ia menyebut aktivitas tersebut sudah sangat meresahkan dan mengganggu kehidupan sosial masyarakat, terutama pedagang dan pengunjung pasar.

Lebih jauh, Ronald menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh setengah hati. Ia meminta aparat untuk menutup lokasi, menangkap para pelaku, dan mengusut siapa pun yang diduga membiarkan aktivitas tersebut berjalan selama ini.

“Kalau aktivitas seperti ini bisa berlangsung lama, berarti ada yang tidak berfungsi dalam sistem pengawasan. Kami minta tindakan nyata, bukan sekadar imbauan. Bongkar semua pelakunya!,” ujarnya dengan nada keras.

Ronald juga mengingatkan bahwa menjelang Natal, masyarakat membutuhkan rasa aman, bukan ketakutan akibat keributan dan praktik ilegal yang tumbuh di sekitar pusat perbelanjaan. Ia menilai Pemerintah Daerah dan Kepolisian perlu menunjukkan kepemimpinan dan keberanian dalam menegakkan hukum.

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat akan terus memantau langkah aparat. Jika tidak ada tindakan nyata, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengambil sikap lebih keras sebagai bentuk protes sosial.**

Pos terkait