Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Praktik dugaan “Kolusi, Korupsi dan Nepotisme” (KKN) yang terjadi di SMAN 1 Rahong Utara, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, NTT, Menjadi sorotan publik.
Data yang berhasil di himpun oleh Sorot News dari berbagai sumber ditemukan fakta bahwa sekolah ini diduga telah lama melakukan praktik KKN.
Salah satu contoh dugaan praktik KKN yang dijalankan yaitu, Saudara kandung dari Kepala Sekolah kini menjadi Ketua Komite disekolah tersebut.
Efek dari keberadaan saudara kandung dari Kepsek yang menjadi Ketua Komite ini adalah banyak praktik dalam proses belajar dan mengajar disekolah yang diduga menyimpang. Juga termasuk pengelolaan keuangan seperti “Dana Bos dan Komite serta Dana lainya” yang diduga sesuka hati, perekrutan guru juga demikian, informasinya banyak dari unsur keluarga dan kroni Kepsek dan Ketua Komite”.
Faktanya saat ini, Sekolah ini dikelola hanya oleh satu keluarga saja, dan tidak ada pihak lain yang berani bersuara karena Kepala Sekolah dan Ketua Komite adalah saudara kandung.
Proses pendidikan yang berjalan di sekolah ini diduga dilakukan dengan menggunakan manajemen keluarga. Urusan mutu dan prosedur yang jelas itu dikesampingkan.
Kepada Sorot News, beberapa warga yang minta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa, pengelolaan keuangan yang bersumber dari Dana BOS dan Komite serta Dana lainya disekolah ini harus segera diusut.
Sudah lama terjadi dugaan penyimpangan yang terjadi. Bahkan bisa mencapai angka miliaran rupiah. Ini terjadi karena manajemenya yang tidak benar.
Dugaan penyimpangan mudah terjadi disekolah ini karena didukung oleh manajemen kekeluargaan yang diterapkan, sehingga tidak ada pihak yang berani mengontrol jalannya pengelolaan keuangan disekolah ini.
“Kami minta aparat penegak hukum segera mengusut dugaan KKN yang terjadi di SMAN 1 Rahong Utara ini. Supaya tidak berpengaruh pada mutu pendidikan yang ada,” kata sumber sejumlah warga yang identitas mereka dirahasiakan.
“Juga supaya praktik KKN yang selama ini dijalankan segera hilang, karena ini menyangkut masa depan sekolah ini,” lanjutnya.
Investigasi Sorot News telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Rahong Utara ini, namun yang bersangkutan belum memberi pernyataanya.**








