Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Musium Batik Kota Pekalongan membukukan pendapatan sebesar Rp 116 juta di 2022 dari penjualan tiket masuk kunjungan wisata. Angka tersebut malampaui target Rp 103 juta.
Meski naik tipis capaian target 113 persen yang terlampaui disumbang hanya dari pendapatan tiket masuk dan berikutnya di 2023 realisasinya diprediksi masih akan lebih tinggi dari sebelumnya.
Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Museum Batik Pekalongan, Ahmad Asror mengatakan pengunjung terbanyak masih didominasi pelajar.
“Untuk pengunjung lainnya datang dari wisatawan domestik baik lokal maupun luar daerah, sisanya turis asing,” ungkap Asror, Rabu (18/10/2023).
Asror menjelaskan pengunjung dari kalangan pelajar terbanyak berasal dari TK, SD dan SMP. Adapun pengunjung dari pelajar SMA masih belum terlalu menonjol.
Meski demikian meningkatnya pengunjung dari kalangan pelajar terutama TK, SD dan SMP dipicu adanya kurikulum pembelajaran dengan materi tentang batik.
“Awal tahun ini saja sudah terjadwal pelatihan batik bagi kalangan pelajar,” terang Asror.








