Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan santai bertajuk “ngabuburit” bersama para Utusan Khusus Presiden (UKP) di bidang musik, generasi muda, dan pekerja seni, yakni Yovie Widianto dan Raffi Ahmad, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (19/3/2026) sore.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut berjalan dalam suasana hangat dan produktif, dengan fokus pada penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan ekosistem seni dan industri kreatif nasional.
Salah satu poin utama yang mengemuka dalam diskusi adalah pentingnya menempatkan Bahasa Indonesia tidak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai modal kreatif dan kekuatan identitas bangsa. Hal ini dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperluas pengaruh budaya Indonesia di tingkat global.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti bagaimana negara lain, seperti Korea Selatan, berhasil memperkenalkan bahasa mereka melalui produk budaya populer. Istilah seperti “saranghae” (aku cinta kamu) menjadi dikenal luas melalui musik dan film. Hal serupa juga terlihat dalam penggunaan bahasa Mandarin, seperti “nǐ hǎo” (halo) dan “xièxiè” (terima kasih), yang telah mendunia.
Melihat potensi tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong penggunaan kosakata Bahasa Indonesia agar lebih dikenal secara global. Dari ratusan ribu kosakata yang dimiliki, diharapkan terdapat kata atau ungkapan khas yang dapat menembus pasar internasional.
Melalui medium seni, film, dan musik, pemerintah bersama pelaku industri kreatif berupaya memperluas penyebaran budaya dan bahasa Indonesia ke panggung dunia. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sinergi antara pemangku kebijakan dan pelaku industri kreatif guna mendorong daya saing budaya Indonesia di kancah global.**








