Laporan wartawan sorotnews.co.id : Burhanuddin.
MAKASSAR, SULSEL – Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, memberikan pengarahan sekaligus dukungan logistik kepada prajurit Yonif 725/Woroagi yang akan melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Wilayah Papua Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Fasharkan, Jalan Moh. Hatta, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Kamis (19/2/2026), sebagai bentuk perhatian pimpinan dalam memastikan kesiapan personel dan materiil sebelum diberangkatkan ke daerah operasi.
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa penugasan ini merupakan momen penting setelah para prajurit menyelesaikan latihan pratugas. Ia mengingatkan bahwa seluruh rangkaian latihan dirancang untuk mempersiapkan prajurit menghadapi berbagai tantangan di wilayah operasi.
“Latihan itu sesungguhnya untuk mempersiapkan kalian agar mampu menghadapi bahaya, kesulitan, dan kerasnya medan penugasan,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko di hadapan prajurit.
Pangdam juga menekankan pentingnya kesiapan mental, keteguhan hati, serta disiplin dalam menjalankan tugas negara. Menurutnya, stabilitas keamanan di Papua harus terus dijaga demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Penugasan operasi adalah standar pengabdian tertinggi seorang prajurit. Kuatkan hati, teguhkan niat. Kalian melaksanakan panggilan Ibu Pertiwi untuk menjaga kedaulatan dan memberikan rasa aman,” tegasnya.
Satgas Pamtas RI–PNG Mobile memiliki tugas utama menjaga keamanan wilayah perbatasan serta mendukung upaya stabilisasi keamanan di Papua. Selain menjalankan fungsi pertahanan, prajurit juga diharapkan mampu membangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat setempat.
Pemberian dukungan logistik dalam kesempatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XIV/Hasanuddin untuk memastikan seluruh prajurit yang bertugas memiliki perlengkapan memadai dan kesiapan optimal dalam menjalankan misi.
Dengan pembekalan moril dan materiil tersebut, diharapkan prajurit Yonif 725/Woroagi dapat melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan tetap menjunjung tinggi aturan hukum serta hak asasi manusia selama bertugas di wilayah Papua.**








