Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Panglima Tentara Nasional Indonesia, Agus Subiyanto, menerima kunjungan kerja Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Islam Pakistan, Chandra Warsenanto Sukotjo, di Gedung Pimpinan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/02/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan diplomasi militer serta penguatan sinergi antara Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan militer.
Dalam pertemuan itu, Panglima TNI didampingi Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Bobby Rinal Makmun, Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Rio Firdianto, Perwira Tinggi Sahli TK III Bidang Sosial, Budaya, Hukum, HAM dan Narkoba Agus Isrok, serta Kapuskersin TNI Donny Suharto.
Sementara itu, Dubes RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo didampingi Counsellor Politik dan Kepala Kanselerai KBRI Islamabad, Ferry J. Murdiansyah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan militer. Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain pelatihan lanjutan bagi satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pendidikan Sus Danyon (Kursus Komandan Batalyon) dan Sus Danki (Kursus Komandan Kompi).
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalisme prajurit kedua negara, sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia–Pakistan di bidang pertahanan.
Selain aspek pendidikan dan pelatihan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama pengembangan teknologi militer kelas menengah antara Indonesia dan Pakistan. Dalam kesempatan itu turut diperkenalkan sejumlah keunggulan produk militer Pakistan yang berpotensi untuk dijajaki dalam kerja sama industri pertahanan.
Kunjungan kerja ini menjadi wujud komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi militer di tengah dinamika dan tantangan keamanan global yang semakin kompleks. Sinergi kedua negara diharapkan mampu mendukung stabilitas kawasan serta memperkuat peran Indonesia sebagai mitra strategis dalam kerja sama pertahanan internasional.**








