Pasca Gedung DPRD Pekalongan Terbakar, Rapat Paripurna Bakal Digelar di Tenda atau Gedung OPD

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Ketua DPRD Kota Pekalongan, Mohammad Azmi Basyir, memastikan aktivitas dewan tetap berjalan meski gedung DPRD setempat ludes terbakar. Ia menegaskan tidak akan menggunakan hotel atau tempat komersial lain sebagai lokasi rapat.

Sebagai gantinya, DPRD memilih sejumlah alternatif, mulai dari memanfaatkan gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga mendirikan tenda darurat.

“Koordinasi dengan Sekda sedang dilakukan untuk menentukan lokasi mana yang bisa dipakai rapat paripurna. Kalau memang diperlukan, kita juga bisa bikin tenda-tenda sementara di sini,” kata Azmi, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, kondisi darurat ini membuat pola kerja DPRD sedikit berubah. Jika biasanya OPD dipanggil ke gedung dewan, kini para legislator siap mendatangi langsung OPD maupun masyarakat untuk menyerap aspirasi.

“Yang jelas, kami tidak ingin kegiatan terbebani. Untuk sementara kita akan memaksimalkan fasilitas yang ada, agar anggaran bisa lebih fokus digunakan untuk recovery pemerintahan,” ujarnya.

Azmi mengakui pelaksanaan rapat paripurna tidak bisa segera dilakukan. Namun jika mendesak, terutama untuk pembahasan APBD 2026, DPRD akan mencari solusi lokasi yang memungkinkan.

“Yang lebih penting dari paripurna itu sebenarnya bagaimana kita bisa merecovery dokumen-dokumen penting, terutama yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat,” tambahnya.

DPRD Kota Pekalongan menegaskan komitmennya agar fungsi legislasi, pengawasan, dan penyerapan aspirasi publik tetap berjalan, meski harus bekerja dengan fasilitas terbatas pascakebakaran gedung utama.**

Pos terkait