Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Jumlah pengangguran terbuka di Kota Pekalongan menurun 4,98 persen. Penurunan angka pengangguran tersebut selain disebabkan membaiknya ekonomi pasca pandemi Covid-19 juga banyaknya angkatan kerja yang terserap di dunia usaha.
“Secara umum angkanya menurun namun pemutusan hubungan kerja atau PHK juga masih terjadi,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Sri Budi Santoso, Senin (20/2/2023).
Kepala Dinas yang karib dipanggil SBS tersebut mengungkapkan, di 2022 ada sebanyak 30 pekerja mengalami PHK dan sebagian lagi memilih mengundurkan diri.
Untuk pekerja yang memilih mengundurkan diri diketahui telah berpindah pekerjaan yang dianggap lebih baik dan lainnya pindah pekerjaan sesuai yang diinginkan.
SBS menyebut salah satu indikator penurunan angka pengangguran selain membaiknya situasi ekonomi, juga makin beragamnya kesempatan kerja dan peluang usaha.
“Untuk memberikan dukungan terhadap angkatan kerja baru serta menangkap peluang usaha maka kami berupaya menyiapkan tenaga terampil dan beragama pelatihan,” terang SBS.
Ia menjelaskan Disnaker ada beberapa program pelatihan di BLK (Balai Latihan Kerja) dan LPKS (Lembaga Pendidikan Kerja Swasta) yang bisa diakses oleh calon pencari kerja maupun calon wirausahawan.
Selain itu Disnaker secara berkala juga menggelar program Job Fair untuk memfasilitasi perusahaan dan dunia usaha dalam mencari calon pekerja.
“Job Fair ini ada yang online, hybrid maupun off line atau datang langsung ke acara serta ke Disnaker langsung,” pungkas SBS.








