Pengerjaan Proyek APBN Dampingan Kejagung oleh PT. Adhi Karya di NTT Mendapat Apresiasi Masyarakat

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

NTT – Pengerjaan proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi utama yang bersumber dari kementerian Pekerjaan Umum, dan berada dibawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Proyek APBN tersebut saat ini diketahui menelan anggaran sekitar Rp.146 miliar dengan pembagian; paket 1 Rp.105 miliar dan paket 2 Rp.41 miliar dan dikerjakan oleh PT. Adhi Karya.

Disamping itu, Proyek APBN tersebut merupakan Dampingan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tersebar di 34 daerah irigasi kewenangan daerah yang ada di 15 Kabupaten, Provinsi NTT.

Kepada media Sorotnews Kepala Desa Desa Nangan Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Sudarmin menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur atas kehadiran proyek APBN di wilayah mereka.

“Irigasi Tiwu Sengit ada di wilayah desa yang saya pimpin. Masyarakat Desa Nanga Mbaling telah merasakan manfaat irigasi ini. Apalagi kemarin ini telah dilakukan perbaikan dilapangan,” katanya.

“Kami mendukung langkah pemerintah pusat, Provinsi NTT serta Kabupaten Manggarai Timur dan berharap perbaikanya dilanjutkan tahun depan. Sehingga semua titik akan diperbaiki,” tutur Kades Sudarmin.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat bernama Abubakar, Mursalin Amin serta warga Pota Junaidin Jala.

“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada kami. Irigasi Tiwu Sengit memberi kami hidup. Dengan adanya perbaikan yang dilakukan itu akan memberi kami semangat untuk terus menggarap lahan sawah milik kami,” tutur mereka.

“Untuk kualitas pekerjaan sampai saat ini tidak mengalami kendala. Karena yang kami lihat ketika proses pengerjaan berlangsung selalu diawasi oleh konsultan,” ungkapnya.

“Tentu itu merupakan bagian dari tugas mereka demi untuk menjaga kualitas proyek serta menggunakan uang negara yang terserap kemasyarakat dengan baik,” jelasnya.

“Kami juga berterimakasih kepada pihak PT. Adhi Karya, BBWS, PPK serta Konsultan yang telah bersama-sama menyukseskan pengerjaan proyek Irigasi Wae Tiwu Sengit ini,” tutur mereka.

Terpisah Yohanes dan Frans warga kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Menyampaikan kebanggaan mereka karena pemerintah telah memperhatikan saluran irigasi Wae Locak II dikelurahan mereka .

Selama ini dibeberapa titik mengalami kerusakan, namun kemarin sudah diperbaiki. Sehingga kami tidak lagi mengalami kendala kedepanya.

Sebelum diperbaiki saluran irigasi Wae Locak II ini sering mengalami kekurangan air, karena dihulunya ada kerusakan. Namun kedepanya itu tidak terjadi lagi.

Untuk proses pengerjaan proyek sendiri, kami lihat semua berjalan baik dan selalu dibawah pengawasan dari konsultan. Karena kami sering melihat mereka selalu ada dilapangan.

“Kami juga berterimakasih kepada pihak Pemerintah Pusat, Provinsi NTT, Kabupaten Manggarai, PT. Adhi Karya, BBWS, PPK serta Konsultan yang telah bersama-sama menyukseskan pengerjaan proyek Irigasi Wae Tiwu Sengit ini,” tutur mereka.**

Pos terkait