Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, TIMUR, NTT – Proyek pembangunan saluran irigasi Wae Laing yang berlokasi di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dikerjakan dengan kualitas yang kurang baik.
Proyek yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu tersebut kini dilaporkan mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Pantauan wartawan Sorotnews.co.id di lokasi pada 13 Februari 2026 menunjukkan adanya retakan pada dinding saluran serta indikasi pergeseran konstruksi yang mengarah pada potensi keruntuhan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para pemilik lahan persawahan yang bergantung pada fungsi irigasi tersebut untuk kebutuhan pengairan.
Beberapa warga setempat yang ditemui di lokasi mengaku kecewa terhadap hasil pengerjaan proyek tersebut. Mereka menduga kualitas material yang digunakan tidak sesuai standar.
“Kalau dilihat dari kondisi sekarang, kami khawatir saluran ini tidak akan bertahan lama. Baru beberapa bulan sudah retak,” ujar salah satu warga.
Warga juga menduga campuran semen yang digunakan kurang maksimal serta material yang dipakai tidak melalui pengujian laboratorium sebagaimana mestinya. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil uji teknis independen yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami berharap aparat bisa menelusuri pekerjaan ini. Jika ada penyimpangan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas warga lainnya.
Saat melakukan penelusuran di lapangan, wartawan Sorotnews.co.id tidak menemukan papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan. Sejumlah warga juga mengaku tidak mengetahui keberadaan papan proyek tersebut.
Tidak ditemukannya papan informasi proyek membuat data terkait nilai anggaran, sumber dana, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan belum dapat dipastikan.
Sorotnews.co.id telah berupaya menghubungi pihak pelaksana proyek untuk meminta klarifikasi terkait kondisi tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.**








