Pengurus Koperasi Serba Usaha Widang Jari Robert Lewar, Minta Tince Kumpul Bayar Uangnya Lali

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Pengurus Koperasi Serba Usaha Widang Jari, Robert Lewar meminta Florentina Tince Kumpul membayar uangnya Muhamad Ali H. Umar atau biasa disapa “Lali”.

Saya sebagai pengurus Koperasi Serba Usaha Widang Jari merasa bersalah ketika orang baik seperti om Lali menjadi korban akibat pengelolaan SPBUN Gongger yang tidak jelas ini, tutur Robert kepada media pada 26 Juli 2025.

Saya tau persis persoalan yang menimpa om Lali ini. Saya menyaksikan semua prosesnya. Pihak Tince Kumpul yang minta om Lali kerjasama kelola SPBUN Gongger ini.

Perjanjian ketika itu bahwa nanti bagi hasil usaha setiap bulan. Namun itu tidak dilaksanakan. Sampai hari ini uang ratusan juta milik om Lali belum dikembalikan oleh Tince Kumpul.

Jelas kami merasa bersalah. Masa orang yang telah membantu kita dalam keadaan kita susah, kita malah menyakitinya. Ini tidak baik. Ini harus diluruskan.

Kami sebagai anggota Koperasi wajib untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena ada kaitan dengan pengelolaan SPBUN Gongger ini. Sehingga kedepan koperasi ini bisa sehat dan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Jujur uang sekitar 350 juta milik om Lali itu digunakan untuk kepentingan pribadi Tince Kumpul, bukan untuk kepentingan koperasi. Karena kalau untuk Koperasi pasti ada Rapat Anggotanya. Ini tidak ada sama sekali.

Kami dalam waktu dekat akan lakukan Rapat Anggota Tahunan(RAT). dengan berbagai agenda penting. Termasuk masalah utang dengan pihak ketiga, Kerjasama dengan pihak lain serta bicara Sisa Hasil Usaha(SHU).

Karena jujur selama ini RAT baru dilakukan satu kali. Dan selanjutnya tidak pernah ada. Maka kami akan lakukan RAT dengan mengacu pada Akta Pendirian Koperasi tahun 2003. Sebagai dasar berdirinya koperasi ini.

Untuk diketahui Koperasi Serba Usaha Widang Jari merupakan Badan Hukum yang menaungi berdirinya SPBUN Gongger yang sekarang lagi menjadi bahan pembicaraan publik karena berbagai polemiknya.**

Pos terkait