SMKS Kesehatan Indonesia Timur dan SMPK Santu Antonius Ruteng: Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

RUTENG, NTT – SMKS Kesehatan Indonesia Timur dan SMPK Santu Antonius Ruteng menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitarnya, pada Sabtu 26 Juli 2025.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi peduli lingkungan, tetapi juga menjadi perwujudan rasa syukur atas tahbisan imamat Romo Stefanus Harkam Nampung, OFM, dan sekaligus komitmen nyata kedua sekolah dalam membina generasi muda yang bertanggung jawab.

Yus Maria D. Romas, S.Pd., Ek., mewakili kedua sekolah, menyatakan, “Kegiatan kebersihan ini merupakan satu bentuk rasa cinta dan peduli peserta didik terhadap lingkungan hidup sekolah yang bersih.”

Aksi ini melibatkan siswa dan guru yang bekerja sama membersihkan selokan, memangkas rumput liar, dan menata tanaman di sekitar sekolah.  Wilayah pembersihan bahkan mencakup area di depan Rumah Adat Gendang Curu, menunjukkan komitmen yang luas dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan dimulai dari kehidupan peserta didik sendiri dan harus dirasakan oleh lingkungan sekitar,” kata Romas.

Beliau menekankan bahwa kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi siswa untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

“Sekaligus menegaskan diri peserta didik bahwa mereka bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” jelas Romas.

Partisipasi aktif dari Yohanes Batara (Kepala Sekolah SMKS Kesehatan Indonesia Timur) dan Tarsianus Hasa (Kepala Sekolah SMPK Santu Antonius Ruteng) serta seluruh staf pengajar menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif siswa.

Antusiasme mereka terlihat jelas,  “sangat antusias dengan kegiatan tersebut yang merupakan giat dan niat dari peserta didik sebagai warga masyarakat, bangsa dan negara yang peduli dengan lingkungan hidup sekolah, masyarakat yang bersih dan sehat,” ungkanya.

Tarsianus Hasa menambahkan “kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari dua lembaga ini, disamping mendukung program keuskupan pada tahun ekologi transformatif, juga sebagai edukasi kepada  masyarakat sekitar bahwa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masing-masing agar lebih sehat dan bahagia,” tegasnya.

Sampah yang terkumpul kemudian diangkut oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Manggarai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Seorang tokoh masyarakat (yang meminta namanya dirahasiakan) memberikan apresiasi, menyebut aksi ini sebagai “bentuk respek peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang mau hidup bersih dan, rapi dan sehat.”

Lebih lanjut, beliau memuji kedua sekolah sebagai “lembaga yang patut diberi apresiasi oleh seluruh masyarakat di sekitar lembaga itu karena mereka yang pertama yang peduli dengan lingkungan hidup di sini (Karot/Tuwa).”

Wakasek Humas SMKS Kesehatan Indonesia Timur, Vila Nahe, menjelaskan, “Kegiatan kecil yang dapat kami sumbangkan dan wujud dukungan kami atas tahbisan suci tersebut.”  Hal ini menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini juga merupakan bentuk perayaan dan dukungan atas tahbisan imam baru.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah lain dan masyarakat.  Seperti yang telah disampaikan sebelumnya.

“Ke depan SMKS Kesehatan Indonesia Timur dan SMPK Santu Antonius Ruteng pasti lebih maju dan sukses,” ungkapnya.

Aksi ini membuktikan komitmen kedua sekolah dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan membina generasi muda yang bertanggung jawab, sekaligus merayakan momen penting bagi keluarga besar Yayasan Santu Antonius Ruteng.**

Pos terkait