Laporan wartawan sorotnews.co.id : M. Suryadi.
TAPSEL, SUMUT – Belakang ini Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, mulai dari Pekerjaan Fisik, Dugaan Manipulasi Proyek dan hal tersebut diketahui pada terbitan pemberitaan dibeberapa Media Online.
Yang teranyar jadi perbincangan hangat dikalangan Masyarakat dan Sosial Control ditunjuknya Yanti Pakpahan menjadi Plt. Kadis Pendidikan Tapsel yang diketahui Defenitif sebagai Kadis Ketapang.
T. Hutagalung, salah seorang pemerhati Kebijakan Pemerintah sangat heran dengan kebijaksanaan yang ditentukan oleh Petinggi Pemkab Tapsel.
“Yang jadi pertanyaan, apa tidak ada lagi pejabat di Pemkab Tapsel yang lebih Kompetitif dan lebih profesional selain Yanti Pakpahan?. Seperti kita ketahui dalam kurun waktu 4 bulan belakangan ini Yanti Pakpahan ditunjuk menjadi Plt. Kadis pada Dua dinas Strategis secara berurutan, persis piala bergilir, Ini menjadi tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat,” Jelas Hutagalung.
Senada dengan itu Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Informasi Rakyat Tapanuli Bagian Selatan (DPD Lira Tabagsel) Marahalim Harahap yang dikenal cukup Getol mengkritik kebijakan di Tapsel angkat Bicara.
“Apa dasar dan pertimbangan Bupati Tapsel menunjuk Yanti Pakpahan secara beruntun menjadi Plt. Kadis pada dua dinas strategis di Tapsel, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan, hanya menghitung hari usai plt. Kadis Pertanian langsung Bupati menunjuk Yanti Pakpahan menjadi Plt. Kadis Pendidikan, ada apa gerangan?. Apakah memang ditunjuk untuk suatu kepentingan khusus Birokrasi?. Ataukah memang tidak ada lagi pejabat yang lebih berkompeten di Pemkab Tapsel ini,” tegas Marahalim.
Awak media mencoba mendatangi kantor Dinas Pendidikan di Sipirok untuk meminta tanggapan sebagai perimbangan berita, Yanti Pakpahan belum berhasil dijumpai, mencoba menghubungi melalui perpesanan whatsapp, namun terlihat centang satu diduga kuat nomor wartawan konfirmasi sudah di blokir.
Sementara Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu juga belum berhasil dijumpai untuk memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.**








