Pererat Tali Persaudaraan Adat, Panglima Tamalaki Formakom Bersilaturahmi dengan Tokoh Kerajaan Luwu

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Lukmansyah. 

LUWU, SULSEL – Dalam upaya merawat nilai-nilai luhur budaya dan memperkuat jejaring masyarakat adat di jazirah Sulawesi, Panglima Tamalaki Forum Masyarakat Konawe-Mekongga (Formakom), Irfan Konggoasa, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman para tokoh adat Kerajaan Luwu, Senin (19/01/2025).

Kedatangan Irfan Konggoasa bersama rombongan ke Tanah Luwu merupakan bagian dari agenda menghadiri pengukuhan pengurus POMPESSI Luwu (Organisasi Pelestari Benda Pusaka). Rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh para tokoh adat serta budayawan Kerajaan Luwu.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempertegas hubungan historis dan emosional antara masyarakat adat Bumi Konawe-Mekongga dengan masyarakat adat Kerajaan Luwu, yang sejak lama memiliki ikatan budaya dan nilai kearifan lokal yang saling beririsan.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal, melainkan juga membawa misi kebudayaan dan silaturahmi. Di antaranya mempererat hubungan persaudaraan antarmasyarakat adat, menjaga komunikasi yang harmonis antar-lembaga adat di Sulawesi, serta mendorong pertukaran nilai budaya guna menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kearifan lokal di tengah tantangan modernisasi.

Selain itu, pertemuan ini juga diarahkan untuk membangun sinergi kemasyarakatan, agar masyarakat adat tetap solid dalam menjaga identitas budaya dan warisan leluhur di tengah arus perubahan zaman.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat adat Konawe-Mekongga dengan masyarakat adat Kerajaan Luwu, sebagai bagian dari upaya besar menjaga marwah leluhur kita di Tanah Sulawesi,” ujar perwakilan rombongan Formakom.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban tersebut diakhiri dengan diskusi santai mengenai pentingnya pelestarian adat istiadat, serta upaya mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda di kedua wilayah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat kolaborasi antar-masyarakat adat di Sulawesi, sekaligus menjaga keberlangsungan identitas budaya nusantara.**

Pos terkait