Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Peringatan Hari Ikan Nasional di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, diramaikan dengan makan menu olahan ikan laut bersama puluhan anak penderita stunting.
Hari Ikan Nasional yang diperingati tiap 21 November tersebut juga bertujuan untuk menggencarkan kampanye Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang sekaligus untuk mengurangi angka penderita stunting di Kota Pekalongan.
Seperti diketahui, indeks Angka Konsumsi Ikan (AKI) warga Kota Pekalongan sangat rendah yakni berada pada peringkat ke-32 dari 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah.
Indeks AKI warga Kota Pekalongan tercatat hanya 33,81 kilo perkapita pertahun dan masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 36,74 kilo perkapita pertahun, bahkan angka tersebut juga terpaut jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 55,37 kilo perkapita pertahun.
Wakil Walikota Pekalongan Salahudin mengatakan meski produksi perikanan laut di Kota Pekalongan sangat melimpah bahakan salah satu yang terbesar di Indonesia namun berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya yang sangat rendah.
“Upaya pemkot saat ini terus menggenjot AKI dengan menggencarkan kampanye Gemarikan hingga anak-anak nantinya lebih banyak mengkonsumsi ikan,” terang Salahudin.
Menurut dia mengolah menu berbahan dasar ikan laut menjadi sajian yang digemari oleh anak-anak lebih murah dan hemat dibanding daging sapi maupun ayam.
Bahan baku ikan laut tersebut bisa diolah menjadi bakso ikan, pempek ikan, siomay ikan, kerupuk ikan dan cemilan atau jajan berbahan dasar ikan lainnya.
“Harapanya dengan Gemarikan bisa menurunkan jumlah balita penderita stunting dan orang tuanya bisa mempraktekan bekal pelatihan yamg sudah diberikan,” tandasnya.








