Perkuat Transformasi Kesehatan Nasional, Undana Resmi Buka Dua Prodi Spesialis dan Kembangkan RS PTN

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) secara resmi memulai babak baru dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 78/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Program Studi Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Program Spesialis.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait percepatan pelayanan kesehatan yang merata guna membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Transformasi ini didukung oleh komitmen pemerintah melalui alokasi anggaran kesehatan 2026 sebesar Rp244 triliun dan pembangunan infrastruktur kesehatan secara masif di berbagai daerah.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa pembukaan program spesialis ini merupakan respon cepat atas kelangkaan dokter ahli di NTT.

“Ini adalah tanggung jawab moral Undana sebagai benteng akademik. Kami tidak hanya membuka program studi, tetapi juga memastikan kualitasnya terjaga melalui kolaborasi dengan universitas pembina terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Penerimaan Mahasiswa Baru dan Kolaborasi Institusi Dua program studi spesialis tersebut direncanakan akan mulai menerima mahasiswa baru pada Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027. Dalam penyelenggaraannya, Undana menggandeng mitra strategis sebagai universitas pembina, yaitu Universitas Udayana (UNUD) untuk Prodi Anestesiologi dan Universitas Airlangga (UNAIR) untuk Prodi Obstetri dan Ginekologi.

Selain kedua prodi tersebut, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana saat ini tengah mengupayakan pembukaan Program Studi Spesialis Penyakit Dalam dengan dukungan Universitas Indonesia (UI) sebagai pembina.

Sinergi pendidikan kedokteran ini juga diperkuat dengan dukungan infrastruktur yang mumpuni. Rumah Sakit (RS) Undana telah mendapatkan alokasi anggaran pengembangan senilai hampir Rp7 miliar untuk bertransformasi menjadi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RS PTN). Dana tersebut akan difokuskan untuk peningkatan layanan klinis dan fasilitas pendidikan guna menghasilkan tenaga medis spesialis berstandar tinggi.

Kehadiran program pendidikan spesialis dan pengembangan rumah sakit pendidikan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di NTT dan wilayah sekitarnya.**

Pos terkait