Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
BOMBANA, SULTRA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bombana menggelar Konferensi PGRI Kabupaten Bombana Masa Bakti 2025–2030 pada Minggu, 20 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Istana, Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah ini menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi dan peran strategis para pendidik di daerah.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dan turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Ketua DPRD Kabupaten Bombana Iskandar, SP, serta Sekretaris Umum PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Kasmawati, M.Pd. Selain itu, hadir pula Ketua PGRI Kabupaten Bombana H. Kandamang, S.Pd., M.MPd, bersama jajaran pengurus PGRI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bombana.
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Bombana, H. Kandamang, menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan forum tertinggi dalam tubuh organisasi PGRI di tingkat kabupaten, yang bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja, menyusun program kerja ke depan, serta memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030.
“Konferensi ini adalah ajang konsolidasi organisasi dan refleksi terhadap berbagai dinamika yang telah dilalui. Ke depan, PGRI harus semakin adaptif dan responsif dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital,” ujarnya.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi PGRI dalam memajukan pendidikan di daerah. Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus bersinergi dengan para pendidik demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Guru adalah pilar utama dalam pembangunan manusia. Pemerintah daerah akan terus mendukung program-program PGRI, baik dalam peningkatan kapasitas guru, kesejahteraan, maupun kebijakan pendidikan yang berpihak kepada mutu,” tegasnya.
Sekretaris Umum PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Kasmawati, M.Pd, menyampaikan pentingnya sinergi antara PGRI kabupaten dan provinsi dalam mengawal kebijakan pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Konferensi ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang PGRI dari berbagai kecamatan, para kepala sekolah, guru, serta perwakilan pengurus organisasi profesi pendidikan lainnya. Rangkaian kegiatan meliputi sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, penyusunan program kerja lima tahun ke depan, dan pemilihan pengurus baru.
Dengan terselenggaranya konferensi ini, PGRI Bombana diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.**








