Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Proses seleksi saat ini masih berlangsung sebagai bagian dari upaya Polri mencetak calon perwira yang profesional, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa rekrutmen ini menjadi momentum penting dalam menjaring putra-putri terbaik bangsa.
“Penerimaan Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026 merupakan langkah strategis Polri dalam menyiapkan generasi perwira yang unggul dan berintegritas,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026).
Pada tahun ini, Polri membuka kuota sebanyak 300 peserta untuk mengikuti seleksi Akpol. Seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut diterapkan guna memastikan proses seleksi berjalan adil serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. I Dewa Gde Juliana, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi di wilayahnya juga mengacu pada prinsip yang sama.
Ia memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, tanpa intervensi dari pihak mana pun. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya.
“Kami berkomitmen penuh menerapkan prinsip BETAH dalam setiap tahapan seleksi. Tidak ada pungutan liar maupun praktik percaloan dalam penerimaan Akpol,” tegasnya.
Karo SDM juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan calon peserta, agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Selain itu, ia mengajak putra-putri terbaik Papua Barat Daya untuk berpartisipasi dalam seleksi Akpol 2026. Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahap pemeriksaan kesehatan tahap pertama, dengan jumlah peserta sebanyak 37 orang, terdiri dari 30 calon taruna dan 7 calon taruni.
“Kesempatan ini terbuka luas bagi generasi muda yang memiliki integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian tinggi untuk menjadi perwira Polri di masa depan,” tutupnya.**








