Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
BANDUNG, JABAR – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi dianugerahi pangkat kehormatan Jenderal TNI (HOR) Purnawirawan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam upacara militer yang digelar di Lapangan Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung, Minggu (10/8/2025).
Upacara tersebut berlangsung dalam rangka Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang turut dihadiri jajaran tinggi militer serta pejabat negara. Penganugerahan ini menjadi bentuk penghargaan negara atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi luar biasa Sjafrie di bidang pertahanan dan kemiliteran Indonesia.
Sjafrie Sjamsoeddin merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1974. Selama karier militernya, ia dikenal sebagai sosok perwira yang disiplin, berintegritas tinggi, dan memiliki rekam jejak komando yang solid. Sejumlah operasi strategis pernah ia pimpin, antara lain Operasi Flamboyan, Operasi Nanggala XXI, dan Operasi Tim Maleo. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Penganugerahan pangkat Jenderal TNI (Hor) Purnawirawan ini menambah daftar panjang tanda jasa dan penghormatan yang telah diterima Sjafrie, baik dari dalam negeri maupun luar negeri atas kontribusinya di sektor pertahanan.
Sehari setelah upacara penganugerahan, Menhan Sjafrie menggelar acara syukuran di Ruang Manggala Yudha, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (11/8/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertahanan, Sekretaris Jenderal Kemhan, Inspektur Jenderal Kemhan, serta pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Dalam sambutannya, Sjafrie mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehormatan yang diberikan, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Pertahanan yang telah turut serta dalam perjalanan pengabdiannya.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh insan pertahanan yang telah bekerja keras menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Acara syukuran turut diwarnai prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan, serta menjadi momentum refleksi atas dedikasi panjang Menhan Sjafrie dalam membela negara.**








