Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
BOGOR, JABAR – Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (8/3) siang hingga malam hari.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memimpin lima rapat berbeda yang membahas berbagai isu strategis nasional maupun perkembangan situasi global. Beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih dipanggil secara bergantian untuk memberikan laporan perkembangan program prioritas pemerintah.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan 10 kampus baru yang difokuskan pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.
Selain itu, Presiden juga meminta laporan mengenai progres pengembangan sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar mampu meningkatkan peringkatnya di tingkat global. Pemerintah juga mendorong semakin luasnya kerja sama akademik dengan berbagai universitas terkemuka di dunia guna meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan pertukaran akademik.
Dalam rapat tersebut turut dibahas perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia, terutama terkait dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.
Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang saat ini menempuh studi di Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Program ini telah dimulai sejak 2022 ketika Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Pada saat itu, Prabowo menginisiasi undangan bagi 20 hingga 40 pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Hingga saat ini jumlah mahasiswa Palestina yang mengikuti program tersebut telah meningkat hingga hampir 200 orang.
Selain isu pendidikan dan hubungan internasional, Presiden juga menyoroti kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman, mengingat waktu menuju Idulfitri tinggal sekitar 10 hari.
Sejumlah pejabat yang hadir dalam rangkaian rapat tersebut antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia, serta Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa.
Rangkaian rapat tersebut menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi, memperluas kerja sama internasional, serta memastikan kesiapan negara menghadapi berbagai dinamika global dan kebutuhan domestik menjelang periode penting seperti arus mudik Lebaran.**







