Produksi Darah Melimpah, PMI Batang Suplai ke Daerah Tetangga

Foto: Petugas PMI Batang mengambil darah pendonor di acara donor darah yang digelar RSUD Kalisari, Rabu (27/8).

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

BATANG, JATENG – Kabupaten Batang kini tidak lagi kesulitan pasokan darah. Berkat meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berdonor, stok darah di daerah ini terbilang aman, bahkan sering kali surplus hingga bisa membantu daerah lain.

Nur Fahad dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Batang menyebut, dalam sebulan pihaknya mampu memproduksi sekitar 1.200 kantong darah. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga rumah sakit besar di Batang, yakni RSUD Batang, RS QIM, dan RSUD Limpung.

“Stok kita aman, bahkan sering surplus. Kadang kita kirim ke Kajen 100 kantong, ke Demak juga 100 kantong. Kondisinya over stock,” jelas Nur Fahad di sela kegiatan donor darah di RSUD Kalisari Batang, Rabu (27/8/2025)

Per hari ini, stok semua golongan darah mulai dari O, B, dan AB dalam kondisi melimpah. Hanya golongan darah A yang berada di level aman.

“Jadi bukan sekadar cukup, tapi benar-benar lebih,” tambahnya.

Tingginya stok darah di Batang tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang konsisten mendonorkan darah. PMI Batang memberikan apresiasi berupa piagam kepada pendonor setia.

Tahun ini, sebanyak 29 pendonor mendapat penghargaan untuk 50 kali donor dan 110 pendonor untuk 25 kali donor. Rekor terbanyak dipegang almarhum Slamet yang sudah 145 kali mendonorkan darahnya, disusul Wahyu Jatmiko dengan 120 kali donor.

“Kondisinya sering over stock. Kami bisa bantu daerah lain, misalnya ke Kajen 100 kantong, ke Demak 100 kantong,” jelas Nur Fahad.

Salah satu pendonor rutin, Isniaroh (47), warga Kelurahan Watusalit, mengaku sudah terbiasa mendonorkan darah sejak lama.

“Selain untuk bantu orang lain, donor darah juga bikin sehat karena darah kita selalu dicek,” ujarnya.

Meski stok berlimpah, kebutuhan darah di RSUD Kalisari Batang tetap signifikan. Plt Direktur RSUD Kalisari Batang, dr. Ida Susilaksmi, mencatat pada Juli 2025 kebutuhan darah mencapai 225 kantong, mayoritas untuk pasien penyakit dalam, khususnya penderita talasemia.

Rinciannya, pasien penyakit dalam membutuhkan 160 kantong, bedah 7 kantong, obsgin 22 kantong, dan anak 36 kantong.

“Semoga dengan stok yang melimpah, kebutuhan pasien selalu bisa terpenuhi,” pungkasnya.**

Pos terkait