Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA — Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menuai perhatian internasional. Sejumlah utusan dari negara-negara Afrika yang tergabung dalam L’Afrique qui ose – Afrique Challenge Group mengunjungi Kantor Pusat BPJS Kesehatan pada Jumat (28/11) untuk mempelajari langsung penerapan JKN yang kini menjadi salah satu skema jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan global atas pengelolaan Program JKN yang telah menjangkau 282,92 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia, sehingga menjadikan Indonesia meraih predikat Universal Health Coverage (UHC).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyambut langsung kedatangan delegasi Afrika dan memaparkan perjalanan Indonesia dalam membangun sistem JKN yang inklusif.
“Tidak mudah bagi Indonesia untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh penduduknya. Namun berkat komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kini lebih dari 98 persen masyarakat telah terlindungi Program JKN dan Indonesia meraih predikat UHC,” ujar Ghufron.
Transformasi mutu layanan menjadi salah satu daya tarik utama bagi dunia internasional. Ghufron menyampaikan bahwa per 1 November 2025, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan: 23.649 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.170 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Hingga akhir 2024, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan Rp 1,087 triliun untuk pelayanan kesehatan peserta JKN,” tambahnya.
Komitmen ini sejalan dengan prinsip bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.
Ghufron menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas layanan JKN. Saat ini peserta cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tanpa perlu membawa kartu fisik untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan.
Inovasi digital BPJS Kesehatan meliputi: Aplikasi Mobile JKN, dengan fitur: Antrian online, Skrining riwayat kesehatan, i-Care JKN.
Layanan administrasi tanpa tatap muka, melalui: PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp): 08118165165. BPJS Kesehatan Care Center 165.
“Dengan inovasi yang adaptif, peserta JKN mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Seluruh transformasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan penyelenggaraan Program JKN yang berkelanjutan,” jelas Ghufron.
BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center, yang memantau jutaan transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan secara real-time sebagai bahan monitoring dan evaluasi.
CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye, menyampaikan kekagumannya atas ekosistem jaminan kesehatan Indonesia yang dianggap berhasil dan layak dijadikan rujukan global.
“Mencapai UHC dalam satu dekade adalah tantangan besar, tetapi Indonesia melakukannya dengan sangat baik, bahkan lebih cepat dari banyak negara lain. Dengan jumlah penduduk yang besar, BPJS Kesehatan tetap mampu menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata tanpa kecuali,” ujar Alioune.
Alioune juga menyoroti transformasi digital BPJS Kesehatan sebagai salah satu faktor utama keberhasilan JKN.
Ia memuji pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), integrasi data, dan digitalisasi layanan administrasi.
“Aplikasi Mobile JKN memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat. Kami juga sangat terkesan dengan i-Care JKN, yang memungkinkan dokter mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta secara cepat dan tepat,” tambahnya.
Menurut Alioune, keberhasilan Indonesia dalam membangun ekosistem JKN bukan hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun sistem layanan yang solid. Ia menyebut Program JKN sebagai pencapaian yang patut dibanggakan seluruh masyarakat Indonesia.**








