Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA — BPJS Kesehatan kembali mencatat prestasi nasional dengan menerima Anugerah Bakti Nusantara dari Nusantara TV (NTV). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, dedikasi, dan kontribusi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penyerahan penghargaan berlangsung pada puncak perayaan HUT ke-10 Nusantara TV di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta, pada Jumat (28/11).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, hadir langsung menerima penghargaan kategori Sektor Kesehatan, yang diberikan oleh Presiden Komisaris NT Corp, Lince Berliana Tobing. Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian panel ahli dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan Nusantara Insight bersama tim NTV atas ragam inovasi BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, akurat, dan setara bagi peserta JKN di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ghufron menyampaikan terima kasih kepada Nusantara TV serta seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan Program JKN.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. BPJS Kesehatan akan terus menghadirkan layanan inovasi yang semakin responsif dan humanis,” ujar Ghufron.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan Program JKN tidak terlepas dari peran media yang konsisten memberikan edukasi, sosialisasi, dan pengawasan terhadap kebijakan publik.
“Media, termasuk Nusantara TV, memiliki peran luar biasa dalam memastikan informasi Program JKN tersampaikan dengan benar, luas, dan mudah dipahami. Media juga menjadi mitra penting dalam mengawal kebijakan agar tetap pro-rakyat. Dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan pernyataan Dirut BPJS Kesehatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan terpisah menekankan bahwa media massa—termasuk televisi—merupakan salah satu dari empat pusat pendidikan, selain keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Kehadiran media massa dan media sosial turut membentuk peradaban bangsa. Karena itu, kesalehan digital harus dijaga. Generasi muda perlu mendapatkan pencerahan dari media agar selaras dengan Asta Cita Presiden dan visi pendidikan dasar dan menengah,” ujarnya.
Selaras dengan semangat itu, BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi yang melibatkan generasi muda. Salah satunya melalui Program Duta Muda BPJS Kesehatan, yang menjadi wadah bagi pelajar tingkat menengah untuk memahami dan menyebarkan nilai gotong royong, meningkatkan literasi kesehatan, serta memperkuat pemahaman tentang JKN di lingkungan sekolah maupun komunitas.
Program ini mendukung Fokus Pembangunan SDM Unggul yang dicanangkan pemerintah, sekaligus menjadi bagian dari Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para Duta Muda diharapkan dapat memperluas informasi mengenai deteksi dini penyakit, gizi seimbang, pola hidup sehat, serta peran JKN dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata.
Program tersebut juga berperan dalam mendukung Asta Cita, terutama dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, serta paham jaminan sosial kesehatan sebagai fondasi masa depan bangsa.
Dalam upaya memperkuat komunikasi publik di era digital, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan BPJS on Air, sebuah program edukasi interaktif yang disiarkan langsung melalui platform TikTok.
“Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi JKN secara real-time, mengajukan pertanyaan langsung, serta menikmati pendekatan edukasi yang lebih ringan, kreatif, dan dekat dengan karakter generasi muda,” jelas Ghufron.
Dengan berbagai inovasi tersebut, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong akses kesehatan yang lebih mudah, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.**








