Laporan wartawan sorotnews.co.id : Burhanuddin.
MAKASSAR, SULSEL – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Windiyatno, memimpin upacara penyambutan satuan tugas (Satgas) Yonzipur 8/Sakti Mandra Guna (SMG) yang telah menyelesaikan misi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Malaysia. Upacara berlangsung khidmat di Dermaga Layang, Markas Komando Daerah Militer VI, Jalan Yos Sudarso, Kota Makassar, Kamis (2/10/2025).
Sebanyak 350 prajurit Satgas Yonzipur 8/SMG resmi kembali ke home base setelah melaksanakan tugas selama 13 bulan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan (Ops Pamtas) Tahun Anggaran 2024–2025.
Dalam amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan para prajurit dalam menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa prestasi yang diraih merupakan wujud nyata profesionalisme dan loyalitas prajurit Hasanuddin.
“Keberhasilan yang kalian raih merupakan bukti nyata pengabdian dan profesionalisme prajurit Hasanuddin. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dedikasi, kerja keras, serta pengorbanan selama bertugas di wilayah perbatasan,” ujar Mayjen TNI Windiyatno dalam sambutannya.
Selama penugasan, Satgas Yonzipur 8/SMG mencatat sejumlah capaian strategis. Di antaranya, berhasil mengamankan: 89 orang Pekerja Migran Ilegal (PMI), 21 pucuk senjata rakitan, 11 paket narkotika jenis sabu-sabu, 6.177 botol minuman keras ilegal, 94 liter minuman keras oplosan, 472 paket sembako ilegal, 58 slop rokok ilegal, Gagalkan aktivitas penambangan emas ilegal.
Selain aspek pengamanan, satuan ini juga aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan wilayah perbatasan. Beberapa di antaranya yaitu: Patroli di 3.301 patok perbatasan RI–Malaysia, Pembangunan tempat produksi garam gunung Krayan, Pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI), Pembangunan Tugu Perbatasan Indonesia–Malaysia.
Menurut Pangdam, pengabdian tersebut menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga mitra strategis masyarakat perbatasan dalam pembangunan.
Mengakhiri amanatnya, Mayjen Windiyatno berpesan agar para prajurit segera beradaptasi kembali dengan ritme satuan masing-masing serta tetap rendah hati meski telah mencatat banyak prestasi.
“Setelah kembali ke home base, segera beradaptasi dengan lingkungan satuan, laksanakan pembinaan satuan sesuai program, serta jauhi sifat angkuh dan arogan. Jadilah prajurit yang rendah hati namun tetap menjunjung tinggi kehormatan,” pesan Pangdam.
Upacara penerimaan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kodam XIV/Hasanuddin, keluarga prajurit, serta masyarakat sekitar yang menyambut hangat kepulangan para pahlawan perbatasan.**








