Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kota Pekalongan kembali terbukti nyata dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. Melalui Kodim 0710/Pekalongan, TNI mendirikan dapur lapangan sebagai wujud kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan ratusan porsi makanan siap santap setiap hari bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, meninjau langsung operasional dapur lapangan Kodim 0710/Pekalongan yang berlokasi di Makodim setempat, Senin (26/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas peran aktif TNI yang bahu-membahu bersama pemerintah daerah membantu masyarakat di tengah situasi darurat.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0710/Pekalongan yang telah membantu Pemerintah Kota Pekalongan dalam penanganan bencana banjir ini. TNI tidak hanya menerjunkan personel untuk evakuasi warga, tetapi juga membuka layanan dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi dan warga terdampak,” ujar Balgis.
Menurutnya, keberadaan dapur lapangan sangat membantu pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Ia bahkan mengapresiasi kualitas makanan yang disajikan, yang dinilai layak dan menyehatkan.
“Bapak-bapak tentara ini masak nasi dulu baru lauknya, porsinya banyak, masakannya enak, maknyus, walaupun yang masak bapak-bapak. Ini benar-benar layak diberikan kepada para pengungsi dan warga terdampak banjir,” ungkapnya antusias.
Balgis berharap, kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus dipertahankan dan diperkuat, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga dalam berbagai upaya kemanusiaan lainnya demi keselamatan, ketahanan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Garry Herlambang, S.Sos., menjelaskan bahwa dapur lapangan telah mulai beroperasi sejak awal banjir melanda Kota Pekalongan. Langkah tersebut merupakan respon cepat TNI terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.
“Dapur lapangan Kodim ini sudah mulai beroperasi sejak Sabtu, 17 Januari 2026, sejak banjir di Kota Pekalongan mulai naik,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0710/Pekalongan bersinergi dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, terutama dalam penyediaan bahan logistik dan pendistribusian makanan ke lokasi pengungsian.
“Kami bersinergi dengan Dinsos dan BPBD, khususnya dalam penyediaan bahan mentah. Kodim membantu dari sisi tenaga untuk memasak, kemudian setelah makanan siap, didistribusikan kepada warga di pengungsian,” tambahnya.
Setiap kali memasak, dapur lapangan Kodim mampu menyediakan sekitar 200 hingga 250 porsi makanan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan warga, khususnya di wilayah pengungsian yang belum sepenuhnya terjangkau oleh dapur umum lainnya.
“Ini sifatnya situasional. Wilayah atau pengungsian yang belum ter-cover oleh Dinsos, di situlah Kodim hadir memberikan dukungan logistik makanan,” terangnya.
Terkait durasi operasional, Dandim menegaskan bahwa dapur lapangan akan terus beroperasi hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Dapur lapangan akan terus berjalan sampai pengungsi kembali ke rumah masing-masing, air surut, dan aktivitas warga kembali normal,” tegasnya.
Selain melalui dapur lapangan, Kodim 0710/Pekalongan juga memberikan bantuan lain berupa evakuasi warga menggunakan dua perahu karet dan satu perahu fiber, serta mobilisasi warga ke lokasi pengungsian yang lebih aman. TNI juga turut mendata keluhan dan kendala yang dihadapi warga untuk kemudian dikoordinasikan dengan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.
“Setelah evakuasi, kami bantu mobilisasi warga ke pengungsian, mendata keluhan mereka, dan menyampaikannya kepada instansi terkait agar cepat ditangani,” pungkasnya.**








