Ratusan Warga Binaan Rutan Pekalongan Khidmat Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Ke-80

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Suasana penuh khidmat menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan pada Senin (2/6), saat sebanyak 256 warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 di lapangan upacara dalam kompleks rutan.

Bacaan Lainnya

Upacara tersebut mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” dan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, yang bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Andhika Bhayangkari, yang menggema di seluruh area rutan dan menambah suasana sakral dalam peringatan bersejarah tersebut.

Dalam amanatnya, Nanang membacakan sambutan resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyatukan keberagaman lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan,” tegas Yudian dalam sambutan yang dibacakan.

Selain itu, sambutan tersebut juga menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam bentuk pelayanan publik yang adil dan berpihak kepada seluruh rakyat, tanpa terkecuali bagi warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Nanang Adi Susanto menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini bukan hanya sekadar peringatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pembinaan karakter kebangsaan bagi para warga binaan. Menurutnya, Pancasila harus menjadi kompas moral dan pijakan sikap hidup, bahkan di dalam ruang-ruang terbatas seperti rutan.

“Kami ingin memastikan bahwa semangat kebangsaan tetap menyala dalam diri warga binaan. Pancasila bukan hanya semboyan, melainkan panduan nyata dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam proses pembinaan di pemasyarakatan,” ujar Nanang usai upacara.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Rutan Pekalongan dalam menyukseskan program pembinaan ideologi dan karakter nasionalisme bagi seluruh penghuni rutan, sebagai bagian dari tujuan pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.**

Pos terkait