Rizal Bawazier Sentil Perumnas Belum Bangun Rumah Murah di Batang, Pekalongan dan Pemalang

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, senggol PT Perumnas yang belum juga membangun rumah murah di wilayah Pekalongan, Batang dan Pemalang. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu disentil saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR dan PT Pembangunan Perumahan (PP) di Jakarta.

RB, panggilan karib Rizal Bawazier menyoroti proyek rumah sederhana tersebut sudah banyak dibangun di ratusan lokasi dan memiliki puluhan proyek aktif di berbagai daerah di Indonesia.

“Perumnas sudah hadir lebih dari 400 lokasi dan 31 proyek aktif. Tapi kenapa tidak ada di Pekalongan, Batang, Pemalang? Di Pemalang itu lahannya luas. Kalau soal perizinan, kami siap bantu,” kata RB dalam siaran persnya, Selasa (18/7/2025).

RB pun meminta agar Perumnas mulai membangun rumah murah di daerah pemilihannya agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki hunian yang layak dengan harga terjangkau.

“Mohon dibantu, Bu, agar dapil kami juga mendapatkan rumah murah. Masyarakat kami di Pekalongan, Pemalang, Batang insyaallah rajin bayar kalau pakai KPR,” ujarnya.

Rizal juga menyindir banyaknya rumah murah yang dibangun pengembang kecil tapi cepat rusak. Menurutnya, Perumnas sebagai BUMN punya kualitas dan daya tahan bangunan yang lebih baik.

“Kalau Perumnas kan BUMN, kekuatan keuangannya bagus. Masyarakat juga lebih tenang karena kualitasnya tidak abal-abal,” tegasnya.

Menanggapi kritikan tersebut, perwakilan Perumnas, Tambok, mengakui saat ini pihaknya belum memiliki lahan di wilayah Batang dan Pemalang.

“Di Pekalongan kami ada, Pak, di Slamaran. Tapi untuk Batang dan Pemalang kami belum punya lahan. Masukan dari Bapak akan kami pertimbangkan,” kata Tambok.

Dalam RDP tersebut, Rizal juga menyoroti laporan keuangan Perumnas yang menurutnya kurang sehat. Ia meminta agar kinerja keuangan perusahaan segera dibenahi, termasuk lewat strategi divestasi.

“Saya lihat laporan keuangannya masih kurang bagus. Mohon kinerja ke depan bisa lebih baik. Saya juga ingin tahu target divestasinya, apakah sudah maksimal atau masih bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Tambok menjelaskan, divestasi akan dituntaskan pada 2025 sebagai bagian dari upaya memperbaiki rasio keuangan dan menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Targetnya memang maksimal. Insyaallah selesai di 2025,” jawab Tambok.

Di rapat yang sama, Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, melaporkan capaian kontrak baru sebesar Rp 9,369 triliun hingga kuartal II 2025. Proyek berasal dari sektor infrastruktur, jalan, jembatan, dan gedung seperti sekolah serta rumah susun.

Target kontrak baru tahun ini mencapai Rp 28,5 triliun, naik dari tahun lalu sebesar Rp 27 triliun. Selain itu pihaknya juga mengikuti tender di IKN lantaran sejumlah proyek sudah menjadi target sasaran.

Diketahui PT PP mencatat laba bersih Rp 129 miliar pada 2024. Sementara laba kuartal I 2025 sebesar Rp 72 miliar, dengan proyeksi tahun penuh mencapai Rp 157 miliar. RB berharap Perumnas segera membuka proyek baru di wilayah dapilnya.

“Kami siap fasilitasi kalau dibutuhkan. Yang penting rakyat kami bisa punya rumah murah dan layak,” tutup RB.**

Pos terkait