Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan dalam rangka studi tiru pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (23/9/2025) pagi di Aula Bapas Pekalongan.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pegawai dari kedua instansi, menandai semangat kolaborasi untuk meningkatkan tata kelola pelayanan publik yang lebih transparan dan berintegritas.
Kepala Bapas Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rupbasan Pekalongan. Ia menekankan bahwa studi tiru ini merupakan momentum penting untuk saling berbagi pengalaman dalam membangun Zona Integritas.
“Bapas Pekalongan telah melalui sejumlah tahapan dalam mewujudkan WBK/WBBM, mulai dari penguatan layanan publik, transparansi anggaran, hingga penanaman budaya anti-korupsi di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Sesi utama kegiatan diisi dengan presentasi dan diskusi interaktif. Pegawai Rupbasan Pekalongan mendapatkan paparan mengenai berbagai inisiatif yang sudah diterapkan di Bapas, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk pelayanan berbasis digital dan penerapan standar operasional prosedur yang akuntabel. Diskusi berlangsung hangat, dengan peserta saling bertukar pandangan serta menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam upaya reformasi birokrasi.
Selain menjadi ajang pembelajaran, kunjungan ini juga mempererat sinergi antara Rupbasan dan Bapas Pekalongan. Kedua instansi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat kesadaran pegawai terhadap pentingnya integritas dan profesionalisme.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan cinderamata dari Rupbasan kepada Bapas Pekalongan sebagai simbol persahabatan dan kerja sama berkelanjutan. Melalui studi tiru ini, Rupbasan Pekalongan diharapkan semakin mantap dalam langkahnya membangun Zona Integritas, serta mampu meraih predikat WBK/WBBM demi terwujudnya pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berkualitas.**








