Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
KENDARI, SULTRA – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, S.E., M.B.A., menegaskan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkeadilan sebagai bagian dari komitmen perjuangan untuk membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
Hal tersebut disampaikan Rabia dalam keterangannya usai pelaksanaan kegiatan di Sulawesi Tenggara. Ia menilai, pemerataan pendidikan bukan sekadar program formal, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan seluruh anak bangsa memperoleh hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.
“Masih banyak saudara kita di daerah yang menghadapi keterbatasan fasilitas, jarak sekolah yang jauh, hingga minimnya dukungan sarana belajar. Saya percaya, ketika akses pendidikan dibuka seluas-luasnya dan diberikan secara adil, maka di sanalah masa depan daerah dan bangsa akan tumbuh kuat,” ujar Rabia.
Ia mengungkapkan, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur sekolah, kekurangan tenaga pendidik, serta belum meratanya akses teknologi pembelajaran. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi penghambat lahirnya generasi unggul di daerah.
“Masih banyak wilayah yang menghadapi keterbatasan fasilitas sekolah, tenaga pendidik, hingga akses teknologi pembelajaran. Kondisi ini menjadi penghambat lahirnya generasi unggul di daerah,” tambahnya.
Rabia menekankan bahwa pendidikan yang merata akan melahirkan generasi yang berdaya, mandiri, serta mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan dan bangsa.
“Pendidikan yang merata akan melahirkan generasi yang berdaya, mandiri, dan mampu membawa perubahan bagi lingkungannya,” tegasnya.
Sebagai anggota Komite III DPD RI yang membidangi pendidikan, ia menyatakan optimisme bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, sektor pendidikan dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan nasional yang adil, sejahtera, dan berdaya saing.
“Dengan kolaborasi pemerintah, daerah, dan masyarakat, pendidikan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan bangsa yang adil, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Rabia.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena faktor geografis, ekonomi, maupun keterbatasan sarana dan prasarana.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena jarak, ekonomi, atau keterbatasan fasilitas. Pendidikan harus menjadi jembatan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.
Rabia memastikan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan dan program yang berpihak pada pemerataan pendidikan, guna membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia dalam meraih masa depan yang lebih baik.**








