Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi Nyatakan Pengawalan Ketat Pemulangan Tapol

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD — Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi Se-Sorong Raya (SRP-PDSR) resmi menyampaikan seruan aksi untuk mengawal proses pemulangan Tahanan Politik (Tapol) Papua Barat yang dijadwalkan tiba di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong pada Rabu, 26 November 2025. Seruan ini dikeluarkan sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas rakyat atas perjuangan dan ketabahan para tapol selama menjalani proses hukum.

Dalam pernyataannya, SRP-PDSR menegaskan bahwa pemulangan para tapol bukan sekadar momentum penyambutan, tetapi juga penegasan bahwa perjuangan demokrasi dan HAM di Papua Barat masih berlanjut. “Selamat datang dari penjara kecil ke penjara besar,” demikian ungkapan simbolik yang digunakan dalam seruan tersebut, menggambarkan bahwa berbagai bentuk tekanan terhadap ruang demokrasi masih dirasakan masyarakat di Tanah Papua.

SRP-PDSR mengajak seluruh elemen pro demokrasi—mulai dari organisasi perjuangan, mahasiswa, pemuda, pelajar, tokoh gereja, hingga masyarakat umum—untuk hadir dan mengawal proses penjemputan tersebut secara damai dan tertib. Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 Waktu Papua Barat di pintu masuk utama Bandara DEO Sorong.

Menurut penyelenggara, aksi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para tapol yang dinilai telah menunjukkan keteguhan dalam menghadapi konsekuensi perjuangan.

“Perjuangan mereka tidak berdiri sendiri. Kehadiran masyarakat dalam aksi ini adalah pernyataan bahwa pembungkaman terhadap aspirasi demokratis tidak boleh dikriminalisasi,” demikian pernyataan resmi SRP-PDSR.

Panitia juga menekankan sejumlah ketentuan selama aksi berlangsung, di antaranya larangan membawa minuman keras, tidak membawa alat tajam, serta menjaga keamanan bersama demi kelancaran kegiatan.

Seruan aksi ini ditandatangani di Sorong pada 25 November 2025 oleh penanggung jawab SRP-PDSR sebagai pemberitahuan resmi kepada masyarakat.**

Pos terkait