Tancap Gas! Kadis Kesehatan Manggarai Jefrin Haryanto, Belanja Masalah Hingga ke Ujung Puskesmas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Baru dilantik beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto langsung menunjukkan gerak cepatnya. Tanpa banyak seremoni, ia memilih jalan senyap namun berdampak: belanja masalah dari bawah.

Bacaan Lainnya

Dalam pekan pertamanya, Jefrin melakukan assesment internal menyeluruh ke semua bidang teknis di dinas. Ia membuka ruang dialog terbuka bersama staf, kepala bidang, dan pengelola program. Tak hanya mendengar laporan, ia menggali langsung tantangan tersembunyi yang sering luput dari data formal.

“Data kadang tak cukup menjelaskan luka di lapangan. Kita harus menyentuh denyutnya,” ujar Jefrin di sela kunjungannya ke Puskesmas Lao, salah satu dari beberapa puskesmas yang ia datangi dalam dua minggu terakhir.

Langkah ini menjadi angin segar, terutama di tingkat pelayanan dasar. Para kepala Puskesmas menyambut dengan antusias bukan hanya karena dikunjungi, tapi karena merasa didengar secara tulus.

“Saya terkejut. Pak Kadis datang tanpa seremoni, duduk dengan perawat dan petugas, ngobrol soal pelayanan dan mendengarkan keluh kesah,” kata salah satu kepala Puskesmas yang enggan disebut namanya.

Agenda “Belanja Masalah” ini menjadi fondasi awal reformasi pelayanan, yang dikemas dalam semangat “Puskesmas adalah Rumah” konsep yang tengah digodok sebagai transformasi pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, inklusif, dan berempati.

“Kalau pelayanan hanya dikejar target, ia jadi mesin. Tapi kalau kita pulihkan ruh-nya, puskesmas bisa menjadi rumah yang menyembuhkan, bukan sekadar menyuntik,” tegas Jefrin, yang juga dikenal sebagai penulis reflektif dengan gaya bahasa humanistik.

Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Manggarai juga akan meluncurkan gerakan “Peluk Sehat”, yang mengintegrasikan “hospitality care” dalam budaya kerja layanan.

Dengan pendekatan yang membumi, kolaboratif, dan menyentuh rasa, publik Manggarai menaruh harapan: semoga Dinas Kesehatan tidak hanya bekerja tapi juga menghidupkan kembali rasa sehat dalam wajah pelayanan publik.**

Pos terkait