Telkom Gelar Indonesia Digital Learning 2025 di Cirebon, Dorong Transformasi Digital Guru di Jawa Barat

Foto: Manager Business Service Telkom (paling kiri), SM Regional SME Service Telkom Sonya Soraya (kedua dari kiri), Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag (tengah), GM Telkom Priangan Timur Nugroho Setio Budi (ketiga dari kanan), Kadisdik Prov. Jabar, Dr. H. Purwanto, S.Pd.,M.Pd (kedua dari kanan), Kadisdik Kab. Cirebon, H Ronianto S.Pd., MM (paling kanan), dan Perwakilan Kepala Sekolah program Indonesia Digital Learning saat acara Indonesia Digital Learning, beberapa waktu yang lalu.

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

CIREBON, JABAR – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan melalui pelaksanaan Indonesia Digital Learning (IDL) 2025 yang digelar di Cirebon pada Sabtu, 27 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menerapkan pembelajaran digital yang inovatif dan kreatif di era teknologi dan kecerdasan buatan.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Guru Jabar Jago Digital”, IDL 2025 diikuti oleh 100 guru dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Kegiatan pelatihan ini berfokus pada pengembangan kompetensi guru dalam metode Digital Deep Learning & Creative Teaching dengan memanfaatkan teknologi terkini dan kecerdasan buatan (AI).

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan dan pemerintahan, antara lain Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. H. Purwanto, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., MM.

Dalam sambutannya, General Manager Telkom Priangan Timur, Nugroho Setio Budi, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Telkom terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung peningkatan literasi digital bagi guru.

“Pelatihan ini adalah komitmen berkelanjutan Telkom dalam mendukung transformasi pendidikan. Kami ingin para guru di Jawa Barat mampu menguasai teknologi digital untuk menciptakan iklim belajar yang lebih mendalam, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Nugroho.

Ia juga menambahkan bahwa melalui program ini, Telkom berharap guru-guru mampu menjadi motor penggerak dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

“Bonus demografi yang akan kita hadapi membutuhkan sistem pendidikan yang adaptif dan responsif. Guru memegang peran sentral untuk membentuk karakter dan kecakapan digital siswa. Untuk itu, mereka harus dibekali kompetensi digital yang kuat,” tambahnya.

Dalam rangka memperkuat dampak pelatihan, Telkom juga menggandeng mitra sertifikasi untuk memberikan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para guru peserta pelatihan. Sertifikasi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

Program Indonesia Digital Learning sendiri telah memasuki tahun ke-13 dan secara konsisten menjadi ajang pelatihan edukatif bagi ribuan guru di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan pendekatan kolaboratif antara sektor swasta, pemerintah, dan institusi pendidikan, Telkom berupaya menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.**

Pos terkait