Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, (Telkom) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Kartini in Technology pada April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 260 perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia secara hybrid, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas digital berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pelatihan ini difokuskan pada pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan bisnis, mulai dari pembuatan konten pemasaran, penyusunan strategi komunikasi digital, hingga optimalisasi promosi secara efektif dan efisien.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh peran strategis perempuan dalam menopang perekonomian nasional melalui sektor UMKM. Kontribusi UMKM tercatat mencapai sekitar 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Sementara itu, berdasarkan data tahun 2025, sekitar 64,5 persen atau setara 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Meski demikian, percepatan digitalisasi menuntut peningkatan kapabilitas pelaku usaha, khususnya dalam mengadopsi teknologi baru seperti AI agar tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika pasar.
SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, , menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
“Telkom Indonesia berkomitmen membuka akses dan peluang yang setara dalam pemanfaatan teknologi, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui teknologi. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya perempuan Indonesia mampu menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya,” ujar Hery.
Melalui pelatihan ini, Telkom memberikan pembekalan keterampilan praktis yang mencakup penyusunan copywriting yang kuat untuk pemasaran, pembuatan visual produk yang menarik, hingga produksi video promosi berbasis AI. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengatasi tantangan branding serta memperluas jangkauan pasar secara lebih optimal.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan mendorong adopsi teknologi di kalangan perempuan pelaku UMKM, Telkom membuka peluang ekonomi yang lebih luas sekaligus mempercepat transformasi digital yang inklusif.
Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 terkait pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Telkom meyakini bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
Program Kartini in Technology merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam menghadirkan literasi digital yang inklusif melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Bisa PandAI”.
“Melalui program ini, Telkom mendorong masyarakat untuk tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan ekonomi,” tutup Hery.**

