Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital industri di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pengembangan layanan berbasis Generative AI yang mendukung operasional bisnis yang lebih efisien, aman, dan adaptif.
Di tengah laju digitalisasi yang semakin masif, kebutuhan akan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) telah menjadi krusial bagi pelaku industri lintas sektor. Data kini menjadi aset berharga perusahaan, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan besar dalam hal keamanan dan perlindungan terhadap risiko kehilangan data (data loss).
“Teknologi bukan lagi sekadar alat penunjang, melainkan inti dari inovasi, proses bisnis, hingga pengambilan keputusan strategis perusahaan. Maka dari itu, pemanfaatan AI harus diiringi dengan tata kelola dan sistem keamanan yang kuat,” ujar Dwi Sulistiani, Direktur Utama Telkomsigma.
Pernyataan tersebut disampaikan Dwi dalam agenda Business Insight bertema “The Importance of Data Loss Prevention (DLP) in Digital Era” yang diselenggarakan pada bulan Juni 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa layanan AI generatif yang dikembangkan Telkomsigma merupakan hasil sinergi strategis dengan Microsoft Indonesia, sebagai bagian dari komitmen memperkuat sistem keamanan data perusahaan di era digital.
“Pesatnya perkembangan teknologi digital, terutama AI, mendorong Telkomsigma untuk terus berinovasi. Kami memastikan keamanan perusahaan melalui layanan AI generatif yang dikembangkan dengan tetap mengedepankan tata kelola berstandar ISO 27001,” jelas Dwi.
Telkomsigma memandang bahwa data loss prevention (DLP) menjadi elemen penting dalam pengembangan AI, karena tanpa jaminan keamanan, pemanfaatan teknologi tinggi justru bisa menjadi risiko strategis bagi perusahaan.
Dalam sesi diskusi panel, para pakar industri dan praktisi IT membahas secara mendalam mengenai tantangan utama (pain point) yang dihadapi pelaku usaha saat mengadopsi AI. Diskusi juga mencakup strategi dalam menyusun master plan IT guna memastikan transformasi digital tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga aman dan berkelanjutan.
Sebagai Microsoft Licensing Solutions Partner (LSP), Telkomsigma menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Microsoft dalam pengembangan solusi AI dan perlindungan data. Kemitraan ini diharapkan mampu mendukung realisasi visi nasional dalam program Asta Cita dan Indonesia Emas 2045, dengan mempercepat digitalisasi sektor industri secara menyeluruh.
“Telkomsigma tidak hanya menyediakan solusi teknologi, tapi juga menghadirkan jaminan keamanan bagi mitra bisnis. Kami ingin memastikan bahwa transformasi digital yang dijalankan industri di Indonesia benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi secara nasional,” pungkas Dwi.**











