Laporan wartawan sorotnews.co.id : Arif Rahman.
KAB. TANGERANG, BANTEN – Kondisi memprihatinkan tiga bersaudara yatim piatu penyandang disabilitas di Kampung Kabalotan, Desa Cukeruk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, memantik perhatian Paralegal Peradi Utama, Marnan Sarbini. Ketiga anak tersebut diketahui belum pernah tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos), meski hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Saat melakukan kunjungan langsung pada Minggu, 6 Desember 2025, Marnan mengaku terkejut sekaligus prihatin melihat kondisi ketiga anak yang bernama Arsanah, Mardiyah, dan Soleh tersebut.
“Miris sekali. Tiga bersaudara penyandang disabilitas ini tidak tercatat sebagai penerima bansos, padahal mereka berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah agar dapat hidup layak,” ujarnya.
Ketiga anak yang telah lama yatim piatu tersebut tinggal dalam kondisi serba kekurangan tanpa adanya dukungan bantuan sosial yang seharusnya menjadi hak mereka sebagai warga rentan. Situasi ini membuat Marnan Sarbini mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun tangan memastikan adanya penanganan cepat.
Sebagai Paralegal Peradi Utama yang aktif dalam advokasi kemanusiaan, Marnan telah menyampaikan permohonan resmi kepada Menteri Sosial RI, Gus Ipul, agar memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini.
“Saya memohon kepada Gus Ipul di Kementerian Sosial untuk segera memberikan bantuan dan jaminan sosial bagi penyandang disabilitas, khususnya tiga bersaudara ini. Mereka yatim piatu, dan mereka berhak hidup sejahtera serta layak tanpa harus mengalami kelaparan,” tegas Marnan.
Marnan juga berharap pemerintah daerah segera melakukan pendataan ulang agar tidak ada lagi warga miskin, penyandang disabilitas, atau kelompok rentan lainnya yang luput dari program perlindungan sosial.
Menurutnya, pemenuhan hak hidup layak bagi setiap penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab negara yang tidak boleh diabaikan.
“Pendataan harus diperbaiki. Jangan sampai ada warga dengan kondisi seperti ini tidak tersentuh bantuan apa pun. Negara harus hadir untuk melindungi mereka,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak warga miskin dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Marnan Sarbini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus tiga bersaudara tersebut hingga mereka benar-benar mendapatkan hak yang semestinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa dan kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan ketiga anak tersebut belum pernah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Sorotnews.co.id akan melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak terkait.**








