Tim Satgas Pendampingan Seleksi Masuk TNI Polri dan Sekolah Kedinasan NTT, Lakukan Sosialisasi di SMAN 1 Langke Rembong

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Ketua Tim Satgas Pendampingan Seleksi Masuk TNI, Polri  dan Sekolah Kedinasan NTT, Kompol (Purn) Maria Yasinta Maku Djawa atau akrab disapa Shinta melakukan sosialisasi dalam rangka menyiapkan anak-anak untuk mengikuti seleksi masuk TNI, Polri, Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi Negeri.

Kegiatan ini berlangsung di SMAN 1 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Selasa(2/9/2025) dan dihadiri oleh ratusan orang tua murid kelas 10 dan 11, Para guru serta Kepala Sekolah.

Turut mendampingi Ketua tim Satgas  pada kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT Simprosa Rianasari Gandut, Manajer Bos Dinas PPO NTT serta Korwas.

Dalam sambutan pembuka Kepala Sekolah SMAN 1 Langke Rembong Kalixtus Kase, S.Pd menyampaikan ucapan trimakasih dan selamat datang kepada Rombongan Tim Satgas NTT karena berkenan hadir dan memberikan materi yang berguna untuk anak-anak didik SMAN 1 Langke Rembong kedepanya.

Semoga kegiatan hari ini bisa berguna bagi kami semua, sehingga kedepan lebih banyak lagi anak-anak kami yang bisa masuk TNI, Polri, Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi Negeri.

Sementara Anggota DPRD NTT Simprosa Rianasari Gandut atau yang biasa disapa Osy Gandut menyampaikan harapanya agar orang tua siswa bisa mendengar sosialisasi ini dengan baik.

“Gubernur dan Wakil Guber NTT telah membuat terobosan yang baik agar kita bisa mempersiapkan anak-anak kita masuk TNI, Polri dan Sekolah Kedinasan. Ini merupakan program unggulan, Sehingga kedepan pasti terus dikawal dengan baik,” katanya.

Sementara Ketua Tim Satgas  Pendampingan Seleksi Masuk TNI, Polri dan Sekolah Kedinasan NTT, NTT, Kompol (Purn) Maria Yasinta Maku Djawa atau akrab disapa Shinta dalam pemaranya menyampaikan gambaran umum yang terjadi selama ini tentang sulitnya anak-anak kita masuk TNI, Polri, Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi Negeri.

Menurut Ibu Shinta, Kalau mau jujur kita di NTT selama ini kurang adanya persiapan. Kita kalah dengan anak-anak dari daerah lain yang mempersiapkan diri dengan baik.

“Kita malah cendrung berlaku instan. Seperti harus siap uang dulu untuk mengikuti tes TNI, Polri dan Sekolah Kedinasan, yang membuat kita terjerumus kedalam upaya penipuan yang dilakukan oleh ulah oknum-oknum tertentu,” ungkapnya.

“Contoh stikma kita selama ini kalau mau masuk TNI, Polri atau Sekolah Kedinasan itu harus pake uang. Padahal yang sebenarnya itu tidak ada, asalkan saja anak-anak kita mempersiapkan diri dengan baik jauh-jauh hari, pasti kita bisa berhasil,” jelasnya.

“Kondisi ini yang menjadi perhatian Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Saya ditugaskan untuk mensosialisasilan ini diseluruh NTT. Kita akan membuat satgas di tingkat Kabupaten sehingga semua sekolah SMA punya tugas bersama untuk menyukseskan program ini kedepan,” bebernya.

“Ini baru pertemuan awal, saya akan datang lagi, tetapi itu tahapanya nanti untuk monitoring, sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama kelak akan mendapat hasil yang memuaskan,” tutupnya.**

Pos terkait