Tingkatkan Kualitas Tukang, RK Gelar Pelatihan Atap Baja Ringan Ecoclip di Comal

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Aziz. 

PEMALANG, JATENG – Komitmen untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor konstruksi kembali diperlihatkan oleh CV Rimba Kencana melalui penyelenggaraan pelatihan pemasangan rangka atap baja ringan dengan sistem Ecoclip. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, di Rumah Makan Prima Spesial Kepiting, Comal, dan diikuti oleh para tukang serta aplikator dari wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Pelatihan tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), sebuah organisasi profesi yang konsisten mendorong peningkatan kompetensi aplikator di berbagai daerah. Program ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan yang telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Koordinator HAPI wilayah Pekalongan, Ridwan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali para pekerja lapangan dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai standar. Selama ini, menurutnya, masih banyak aplikator yang belajar secara mandiri tanpa panduan teknis yang memadai.

Ia menjelaskan, pelatihan mencakup materi teori hingga praktik langsung. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian, peserta akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi nilai tambah sekaligus jaminan profesionalitas dalam bekerja, termasuk dalam aspek keselamatan.

Kerja sama antara HAPI dan CV Rimba Kencana sendiri bukanlah hal baru. Keduanya telah lama bersinergi dalam mendorong penggunaan material baja ringan berkualitas. Pada pelatihan kali ini, fokus utama diarahkan pada sistem Ecoclip, teknologi terbaru yang memungkinkan pemasangan atap tanpa baut, sehingga dinilai lebih efisien dan mengurangi risiko kebocoran.

Direktur CV Rimba Kencana, Faiz, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan semacam ini. Ia berharap semakin banyak aplikator yang bergabung dan menjalin kerja sama untuk meningkatkan standar pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, pelatihan menjadi aspek penting dalam memastikan pemasangan konstruksi dilakukan secara benar. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan tanpa standar yang jelas berpotensi menimbulkan risiko, baik bagi bangunan maupun penggunanya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas bangunan di wilayah Pekalongan. Dengan tenaga kerja yang lebih terampil dan tersertifikasi, penggunaan material yang tepat dan sesuai standar juga dapat lebih terjamin.

Ke depan, kolaborasi antara kedua pihak direncanakan akan terus berlanjut melalui berbagai program pelatihan lanjutan. Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah pelatihan pemasangan baja incalume, sebagai upaya memperluas kompetensi aplikator di bidang konstruksi modern.

Melalui langkah berkelanjutan ini, diharapkan kualitas tenaga kerja konstruksi semakin meningkat dan mampu mendukung pembangunan yang aman, efisien, serta berkualitas tinggi di daerah.**

Pos terkait