Aaf Lantik Pengurus Dekopinda 2006-2030

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Lutfi. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Wali Kota Afzan Arslan Djunaid secara resmi melantik pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) masa bakti 2026–2030 di Kantor Dekopinda, Pekalongan, Kamis (23/4/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi kelembagaan ekonomi rakyat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Dalam agenda seremonial tersebut, Aaf—sapaan akrab wali kota—menegaskan bahwa restrukturisasi organisasi koperasi merupakan instrumen penting untuk mengoptimalkan peran koperasi agar tetap relevan dalam dinamika ekonomi kontemporer. Ia menilai, koperasi tidak hanya perlu bertahan, tetapi juga bertransformasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis kerakyatan.

Dalam sambutannya, Aaf menekankan urgensi revitalisasi marwah koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Ia berharap penguatan koperasi dapat mengintegrasikan kembali identitas Pekalongan sebagai kota koperasi yang berpadu dengan sektor unggulan seperti batik, religi, dan perikanan.

Kepengurusan baru yang dinakhodai oleh H. Basir diharapkan mampu menjalankan program kerja secara konsisten serta menjaga integritas institusi di mata publik. Pemerintah kota menaruh harapan besar agar kepengurusan ini tidak hanya fokus pada pengembangan, tetapi juga pada pembenahan internal organisasi.

Meski sebagian besar dari sekitar 180 koperasi di Pekalongan tergolong sehat secara finansial, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah koperasi bermasalah. Kendala likuiditas yang kerap muncul, terutama menjelang hari besar, menjadi isu krusial yang harus segera diatasi. Penuntasan kewajiban kepada anggota dinilai sebagai indikator utama dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan adanya percepatan penguatan kelembagaan koperasi. Upaya tersebut diharapkan mampu memitigasi risiko sistemik sekaligus mendorong peningkatan inklusi ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.**

Pos terkait