Laporan wartawan sorotnews.co.id : Irpan Sofyan.
DEPOK, JABAR – Forum Buruh Depok (FBD) bersama Pemerintah Kota dan Polres Metro Depok menggelar deklarasi damai di Pos Lantas M13, Jalan Komjen Pol M. Jasin, perbatasan Depok–Jakarta, pada Jumat (5/9/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok.
Acara deklarasi dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di Pos Lantas M13 yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat aksi massa. Aksi simbolik ini menjadi wujud nyata komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Depok.
Ketua Forum Buruh Depok, Wido Pratikno, menegaskan bahwa pihaknya menolak keras segala bentuk tindakan anarkisme dan kerusakan fasilitas umum, sekaligus mendukung sepenuhnya penyampaian pendapat secara damai dan konstitusional.
“Aksi itu dijamin oleh konstitusi. Boleh dilakukan, tapi tidak dengan cara merusak atau anarkis. Buruh Depok berkomitmen menjaga suasana damai di kota ini,” ujar Wido saat menyampaikan pernyataan sikap.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Wali Kota Depok, Supian Suri, memberikan apresiasi atas inisiatif Forum Buruh Depok yang secara terbuka menyatakan sikap damai dan ikut terlibat dalam pemulihan fasilitas publik.
“Ini menjadi simbol bahwa kita mencintai Kota Depok. Apa yang kemarin rusak, hari ini kita perbaiki bersama,” ucap Supian.
Supian berharap insiden yang terjadi di sejumlah wilayah tidak merembet ke Depok. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda atas kontribusi besar dalam menjaga ketertiban umum.
Senada, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menyatakan bahwa stabilitas keamanan memiliki korelasi langsung dengan pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam hal menarik minat investor.
“Situasi yang aman akan berdampak langsung pada iklim investasi. Dengan Kota Depok yang kondusif, tentu akan lebih menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya,” jelas Abdul Waras.
Ia menambahkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya membawa perputaran ekonomi, tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama kaum buruh.
“Ini harus kita jaga dan rawat bersama. Keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas Kapolres.
Kegiatan bersih-bersih pos lalu lintas yang dirusak menjadi penutup acara. Para peserta yang terdiri dari perwakilan buruh, aparat kepolisian, TNI, serta unsur pemerintah tampak bergotong-royong mengecat dan membersihkan area pos yang sebelumnya rusak. Momen ini menjadi simbol rekonsiliasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kedamaian Kota Depok.**








