Wali Kota Pekalongan Turun Langsung Kampanyekan Sungai Bersih Lewat Run for Rivers

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui partisipasinya dalam agenda Run for Rivers, sebuah kampanye global yang diinisiasi oleh Sungai Watch. Kegiatan lari sejauh lima kilometer yang dimulai dari Lapangan Mataram dan berakhir di Museum Batik itu bukan sekadar ajang olahraga, melainkan gerakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman limbah plastik di ekosistem sungai.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang menjadi bagian dari perjalanan lintas daerah dari Bali menuju Jakarta tersebut membawa pesan kuat tentang pentingnya edukasi publik dalam menghadapi krisis sampah plastik. Sepanjang rute, para peserta diajak memahami secara langsung dampak pencemaran sungai yang kini menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Pekalongan.

Agenda tersebut semakin memperlihatkan semangat kolaborasi dengan hadirnya Gubernur Jawa Tengah, unsur Forkopimda, hingga peserta internasional asal Prancis. Kehadiran berbagai elemen ini mempertegas bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas negara.

Tak berhenti pada kegiatan simbolis, para peserta juga melakukan susur sungai dan aksi bersih sampah di kawasan Jalan Sulawesi. Dari kegiatan lapangan itu terlihat secara nyata kompleksitas persoalan pengelolaan limbah di kawasan perkotaan. Tumpukan sampah plastik yang masih ditemukan di aliran sungai menjadi pengingat bahwa tantangan menjaga lingkungan memerlukan perhatian serius dan langkah berkelanjutan.

Wali Kota yang akrab disapa Aaf menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan struktural yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, integrasi kegiatan olahraga dengan misi pelestarian lingkungan menjadi pendekatan yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pengurangan limbah plastik, kata dia, harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui perubahan pola konsumsi dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Melalui momentum *Run for Rivers*, Pemerintah Kota Pekalongan berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Kesadaran dari tingkat keluarga hingga lingkungan kelurahan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata tersebut, Kota Pekalongan ingin menunjukkan bahwa menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.**

Pos terkait