Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, warga RW 02 RT 02 Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya menggelar acara keagamaan yang berlangsung khidmat dan penuh makna di depan Musholla Fathul Mu’in, Minggu malam (14/09/2025).
Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama RT 02, para pemuda Karang Taruna, Remaja Musholla, serta perwakilan dari Polsek Wiyung, Koramil setempat, perangkat Kecamatan dan Kelurahan, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir, tahlil, pembacaan sholawat, serta tausiyah yang mengangkat tema besar perjuangan dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW. Peringatan ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga serta momentum untuk memperdalam pemahaman umat Islam terhadap ajaran dan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Ketua panitia penyelenggara, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, namun menjadi bentuk rasa cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW.
“Melalui Maulid Nabi, kita diajak untuk meneladani akhlak beliau yang luhur, penuh kasih sayang, jujur, dan tegas dalam menegakkan kebenaran. Ini adalah momen untuk memperbaiki diri dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, ekonomi, hingga pemerintahan. Nabi Muhammad SAW hadir sebagai pembawa risalah yang mengubah peradaban dari masa jahiliyah menuju masyarakat yang bermoral dan beradab.
Salah satu tokoh masyarakat RW 02, Ustaz H. Nurkholis, dalam ceramahnya mengingatkan bahwa perayaan Maulid hendaknya dilakukan dalam koridor syariat Islam, tanpa melibatkan praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran agama. Ia mengutip pandangan ulama seperti Al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani yang menekankan pentingnya menjaga kesucian peringatan Maulid dengan mengisinya melalui kegiatan positif seperti dzikir, pembacaan sejarah Nabi, serta refleksi terhadap perjuangan beliau.
“Maulid ini bukan hanya tentang kelahiran Rasulullah, tapi juga bagaimana kita menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas iman dan amal kita,” kata Ustaz Nurkholis di hadapan para jamaah.
Warga sekitar menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Sejumlah pemuda dan ibu-ibu tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang berlangsung hingga malam hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balas Klumprik tahun ini tidak hanya menjadi simbol kecintaan umat kepada Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan pembinaan spiritual masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan nilai-nilai luhur Islam terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.**








