WBP Rutan Pekalongan Tampilkan Hasil Karya di Lomba Hasta Karya dan KIM di Nusakambangan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

CILACAP, JATENG – Semangat pembinaan dan kebersamaan terus mewarnai rangkaian kegiatan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025. Salah satu momen penting berlangsung pada Rabu (16/7), ketika Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIA Pekalongan turut ambil bagian dalam dua lomba utama: Hasta Karya dan KIM (Kemampuan Indra Manusia), yang digelar di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Bacaan Lainnya

Dalam lomba Hasta Karya, WBP Rutan Pekalongan memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan, sebagai wujud nyata dari proses pembinaan keterampilan yang dijalani selama masa pidana. Karya-karya tersebut antara lain berupa dua keset kain berbentuk bulat, satu tempat tisu gantung dari bahan kayu, satu tempat tisu dari kertas, satu asbak dari kayu, satu holder HP dari kertas, serta satu bingkai foto berbahan kertas.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kreativitas para warga binaan yang terlibat. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan berbasis keterampilan yang dijalankan di dalam rutan.

“Kami terus mendorong pembinaan keterampilan yang tidak hanya melatih tangan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri WBP. Karya-karya ini adalah hasil dari semangat belajar dan usaha mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Nanang.

Sementara itu, dalam lomba KIM (Kemampuan Indra Manusia), para WBP ditantang untuk mengasah konsentrasi, ketajaman indra, kerja sama tim, serta kecepatan dalam menerima dan menyampaikan informasi secara akurat. Lomba ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang tetap menyenangkan, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai positif di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan-kegiatan seperti Hasta Karya dan KIM menjadi ruang apresiasi yang penting bagi warga binaan. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menunjukkan perubahan, kesiapan, dan kapabilitas mereka dalam kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.**

Pos terkait