13 Kecamatan Terdampak Bencana di Tapsel, 20 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

Laporan wartawan sorotnews.co.id : M. Suryadi. 

TAPSEL, SUMUT – Korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Hingga kamis (28/11/2025), dilaporkan 20 orang meninggal dunia.

Data terbaru hingga Kamis, 28 November 2025, tercatat 20 korban jiwa akibat bencana ini. Kecamatan Batang Toru menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, mencapai 18 jiwa. Selain itu, 1 korban jiwa tercatat di Kecamatan Sipirok dan 1 korban jiwa di Kecamatan Angkola Barat.

Hujan deras yang mengguyur Tapsel sejak Senin (24/11/2025) menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di berbagai titik informasi yang berhasil dihimpun awak media Sorotnews.co.id diketahui 13 Kecamatan di Tapanuli Selatan terdampak banjir

Berikut daftar 13 dari 15 kecamatan di Tapsel terdampak bencana ini:

1. Kecamatan Batang Toru: Akses jalan putus total, banjir dan longsor.

2. Kecamatan Angkola Barat: Longsor di beberapa titik jalan lintas nasional, mengakibatkan jalan nasional dari Padangsidimpuan ke Batang Toru terputus.

3. Kecamatan Sipirok: Longsor dan banjir menyebabkan semua akses jalan menuju Tapanuli Utara (Taput) putus total, begitu juga sebaliknya.

4. Kecamatan Angkola Sangkunur: Longsor dan banjir mengakibatkan jalan nasional putus total di Danau Siais, dan akses dari Madina ke Tapsel terputus.

5. Kecamatan Angkola Selatan: Longsor dan banjir mengakibatkan jalan hotmix amblas dan akses umum terisolir.

6. Kecamatan Sayurmatinggi: Banjir menggenangi beberapa desa dan kelurahan, memutuskan akses jalan menuju Madina arah Sumbar di pemandian Aek Sijornih.

7. Kecamatan Muara Batang Toru: Banjir dan longsor memutuskan satu-satunya akses ke jalan nasional.

8. Kecamatan Marancar: Longsor dan banjir di beberapa titik memutuskan akses dari Batang Toru menuju Sipirok.

9. Kecamatan Angkola Timur: Longsor di beberapa titik.

10. Kecamatan Batang Angkola: Banjir menggenangi rumah warga dan persawahan.

11. Kecamatan Angkola Muaratais: Banjir menggenangi perumahan dan persawahan.

12. Kecamatan Arse: Banjir menghanyutkan PLT hidro Moni dan beberapa titik longsor.

13. Kecamatan Tano Tombangan (Tantom): Banjir dan longsor serta pohon tumbang ke sekolah, jalan terisolir.**

Pos terkait