Konflik Antar Warga Masyarakat Sawa Erma dan Masyarakat Simsagar di Kota Agats, Berakhir Damai di Polres Asmat

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jefry. 

ASMAT, PAPUA SELATAN – Konflik antar warga Sawa Erma dan Masyarakat Simsagar di Kota Agats beberapa waktu lalu berakhir damai dengan adanya penyelesaian bersama di Polres Asmat oleh kedua belah pihak, bertempat di Aula Wirapratama Polres Asmat, Kamis (10/07/2025).

Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Asmat Yesaya Airo, bersama kedua kelompok warga yang berselisih sepakat damai. Dengan demikian pertikaian warga antara Masyarakat Sawa Erma dan Masyarakat Simsagar ini, dinyatakan berakhir.

Kapolres Asmat dalam release yang diterima media ini, Sabtu (12/7/2025) mengatakan bahwa awal mula terjadinya konflik ini dipicu akibat kesalahpahaman antara para pekerja pembangunan jalan oleh ke dua masyarakat kampung tersebut di perempatan jalan dolog, Agats, Asmat-Papua Selatan. Pertikaian tersebut kemudian melibatkan warga kampung dari dua kelompok para pekerja tersebut mengakibatkan adanya korban luka.

Kapolres Asmat meminta dengan tegas agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik. Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Akibat dari kesalahpahaman tersebut memakan korban luka dari kedua belah pihak jadi mulai hari ini, saya berharap masalah tersebut tidak terulang lagi yang akan memberikan dampak yang sangat merugikan dari kedua belah pihak,” tegas Kapolres.

Kapolres menambahkan, proyek pembangunan jalan yang dikerjakan merupakan fasilitas yang akan dinikmati oleh semua orang termasuk warga masyarakat yang berselisih. Selain itu, Kapolres menuturkan dengan adanya keterlibatan warga dalam pembangunan seperti jalan, perlu disyukuri terutama menjaga kepercayaan yang diberikan oleh penanggung jawab pembangunan jalan tersebut.

Ia mengimbau agar tidak lagi mengonsumsi alkohol atau miras jenis apapun yang dapat memicu konflik akibat kesalahpahaman, ketersinggungan dan masalah lainnya.

“Kemudian dengan diadakannya proyek pembangunan jalan ini menjadi sarana aktivitas masyarakat sehari-hari jadi bapak bapak sekalian juga bisa menikmati hasil yang diberikan dari mandor atau Kontraktor proyek tersebut dan saya juga menghimbau kepada bapak bapak sekalian agar mulai hari ini dan seterusnya tidak ada lagi yang mengkonsumsi minuman keras,”tandas Kapolres Asmat.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Yesaya Airo pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres Asmat atas upaya dan peran serta dalam pengamanan pembangunan di Kabupaten Asmat. Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

“Pada intinya adalah seharusnya masalah kesalahpahaman terus bisa diselesaikan secara baik-baik dan secara kekeluargaan. Namun karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan keributan dan memprovokasi masyarakat dalam keadaan Mabuk atau mengonsumsi minuman keras (miras) sehingga kesalahpahaman tersebut bisa terjadi,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Asmat.

Rekonsiliasi ini hadiri oleh tetua adat dan perwakilan orang tua dari kedua belah pihak. Keduanya setuju untuk berdamai dengan menandatangani surat pernyataan.
Turut hadir pada kesempatan ini Kasat Binmas AKP Muhammad Jafar, S.Sos., Kasat Intelkam Polres Asmat Iptu I Nyoman Dana Budiarta, S.H., Kasie Humas Polres Asmat Ipda A.A Gede Raka, S.H., KBO Sat Reskrim Polres Asmat Aipda Pollykapus Ulukyanan, S.H.**

Pos terkait