Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, di Gedung Kemhan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Pertemuan ini membahas penguatan sinergi lintas kementerian dalam mendukung pelaksanaan Program Komponen Cadangan (Komcad), khususnya terkait perencanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil), penganggaran, serta integrasi program pertahanan ke dalam kerangka pembangunan nasional.
Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi antara Kemhan dan Kementerian PPN/Bappenas menjadi kunci dalam memastikan kebijakan pertahanan berjalan selaras dengan arah pembangunan jangka menengah dan panjang negara. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Komcad merupakan wujud nyata dari sistem pertahanan semesta yang melibatkan partisipasi sukarela masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara. Agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan, dibutuhkan perencanaan lintas sektor yang terintegrasi,” ujar Letjen TNI Tri Budi Utomo.
Ia menambahkan bahwa Komcad bukan hanya program militer, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan partisipatif dan damai. Oleh karena itu, keterlibatan kementerian non-pertahanan, termasuk Bappenas, sangat penting dalam mendukung ekosistem kebijakan yang menyeluruh.
Sementara itu, Sestama Bappenas, Teni Widuriyanti, menyambut baik inisiatif koordinatif ini dan menegaskan komitmen Bappenas dalam mengintegrasikan program Komcad ke dalam rencana pembangunan nasional. Menurutnya, sinergi ini akan memperkuat kesinambungan program pemerintah di bidang pertahanan dan keamanan secara lebih terstruktur dan terukur.
“Program seperti Komcad harus dikawal dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan, pendanaan, hingga pelaksanaannya di lapangan. Ini bagian dari strategi nasional untuk membangun ketahanan negara yang kokoh dan inklusif,” ungkap Teni.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan pertahanan ke depan yang berbasis data, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional yang dinamis. Koordinasi semacam ini akan terus diperkuat dalam forum lintas kementerian guna mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.**








